nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Hal yang Harus Anda Tahu soal Virus Korona

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 12:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 21 481 2155952 7-hal-yang-harus-anda-tahu-soal-virus-korona-U40aRgsGGk.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

VIRUS baru di Wuhan, China diklaim sebagai virus korona sepupu virus SARS. Virus ini pun telah menginfeksi lebih dari 200 orang sejak Desember silam.

Ilmuwan Leo Poon, yang pertama kali mendekodekan virus itu, berpendapat bahwa virus itu kemungkinan dimulai pada hewan dan menyebar ke manusia.

"Apa yang kita ketahui adalah ini menyebabkan pneumonia, dan kemudian tidak mengonsumsi obat antibiotik, tidak mengejutkan," jelas Poon, seorang ahli virus di School of Public Health di Universitas Hong Kong, seperti dilansir dari CNN.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun memberikan panduan kepada negara-negara tentang bagaimana mereka dapat bersiap untuk itu, termasuk bagaimana memantau orang sakit dan bagaimana merawat pasien.

Nah, berikut adalah tujuh hal yang harus Anda ketahui tentang virus korona.

berikut adalah tujuh hal yang harus Anda ketahui tentang virus korona.

Apa itu virus korona?

Virus korona adalah kelompok besar virus yang umum menyerang hewan. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS), dalam kasus yang jarang terjadi, mereka disebut zoonosis oleh para ilmuwan, yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Gejala virus korona

Virus ini membuat orang sakit, biasanya menyerang saluran pernapasan ringan hingga sedang, mirip dengan flu biasa. Gejala virus korona termasuk pilek, batuk, radang tenggorokan, mungkin sakit kepala dan mungkin demam, dab dapat berlangsung selama beberapa hari.

Bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah, seperti orang tua dan anak kecil, ada kemungkinan virus dapat menyebabkan penyakit saluran pernapasan yang lebih serius, seperti pneumonia atau bronkitis.

Tapi, ada beberapa virus korona yang diketahui mematikan. Middle East Respiratory Syndrome atau dikenal sebagai MERS, pertama kali dilaporkan di Timur Tengah pada 2012, yang menyebabkan masalah pernapasan, tetapi gejalanya jauh lebih parah. Menurut CDC Tiga hingga empat dari setiap 10 pasien yang terinfeksi MERS meninggal.

Selain itu, virus korona juga bisa menyebabkan Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS), yang pertama kali diidentifikasi di provinsi Guangdong di China selatan.

Cirinya, bukan hanya masalah pernapasan tetapi juga dapat menyebabkan diare, kelelahan, sesak napas, gangguan pernapasan, dan gagal ginjal. Bergantung pada usia pasien, tingkat kematian dengan SARS berkisar antara 0-50% dari kasus, dengan orang tua yang paling rentan.

tingkat kematian dengan SARS berkisar antara 0-50% dari kasus, dengan orang tua yang paling rentan.

Bagaimana virus bisa menyebar

Virus dapat menyebar dari kontak manusia dengan hewan. Para ilmuwan berpikir MERS dimulai pada unta, menurut WHO. Dengan SARS, para ilmuwan menduga kucing luwak yang harus disalahkan.

Ketika berbicara tentang penularan virus dari manusia ke manusia, seringkali itu terjadi ketika seseorang menyentuh sekresi orang yang terinfeksi.

Bergantung pada seberapa mematikan virus itu, batuk, bersin, atau berjabat tangan dapat menyebabkan penularan. Virus ini juga dapat ditularkan dengan menyentuh sesuatu yang telah disentuh oleh orang yang terinfeksi, dan kemudian kita menyentuh mulut, hidung atau mata Anda. Kadang-kadang, menangani limbah pasien juga bisa tertular.


Perawatan virus korona

Tidak ada perawatan khusus. Sebagian besar virus ini akan hilang dengan sendirinya. Dokter dapat menghilangkan gejala dengan meresepkan obat sakit atau demam. CDC mengatakan bahwa pelembab ruangan atau mandi air panas dapat membantu mengatasi tenggorokan atau batuk pada sore hari.

Minumlah banyak cairan, istirahat dan tidur sebanyak mungkin. Tapi, jika gejalanya terasa lebih buruk daripada pilek biasa, segeralah kunjungi dokter Anda.

Tapi, jika gejalanya terasa lebih buruk daripada pilek biasa, segeralah kunjungi dokter Anda.

Bagaimana mencegahnya?

Tidak ada vaksin untuk melindungi diri dari virus ini. Meskipun, saat ini vaksin MERS masih tetap dikembangkan.

Anda mungkin dapat mengurangi risiko infeksi dengan menghindari orang yang sakit. Cobalah untuk tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda. Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air dan setidaknya selama 20 detik.

Jika Anda sakit, tinggal di rumah dan hindari keramaian dan kontak dengan orang lain. Tutupi mulut dan hidung Anda ketika batuk atau bersin, dan desinfeksi benda dan permukaan yang Anda sentuh.


Virus korona dan kehamilan 

Pada wanita hamil, virus MERS dan korona SARS bisa terjadi lebih serius. Ada kasus di mana seorang wanita yang terinfeksi MERS keguguran. Penyakit yang berhubungan dengan SARS memang dikaitkan dengan kematian ibu dan penyakit kritis.

Hewan peliharaan bisa terkena virus korona dan infeksi bisa parah. Terkadang virus dapat menyebabkan penyakit yang mematikan. Kucing dapat terkena SARS, virus korona di kucing biasanya tidak menunjukkan gejala, tetapi dapat menyebabkan diare ringan.

 

Virus korona bisa menyebabkan kegagalan organ, tetapi tidak menular dan tidak akan menyebar dari hewan ke hewan atau orang ke orang.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini