nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti London Sebut Pneumonia Wuhan Sudah Serang 1.723 Orang

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 15:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 21 481 2156095 peneliti-london-sebut-pneumonia-wuhan-sudah-serang-1-723-orang-bFjJUvGon9.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENELITI London menyebutkan jumlah penderita pneumonia Wuhan sebanyak 1.723 kasus. Padahal pihak otoritas China menyebut ada 198 kasus di daerah tersebut.

Penyakit dengan nama ilmiah 2019-nCov itu telah menewaskan empat orang. WHO menghimbau pada semua masyarakat untuk waspada, karena pneumonia Wuhan ini bisa menyebar dari manusia ke manusia.

Menurut analisis dari Imperial College London, jumlah orang yang diduga terinfeksi virus korona, penyebab pneumonia Wuhan pada 12 Januari 2020 sebanyak 1.723 kasus. Angka ini lebih besar 35 kali lipat dari data yang dikeluarkan China.

wuhan

Dilansir Okezone dari Businessinsider, Selasa (21/1/2020), analisis peneliti London tersebut, menggunakan proyeksi statistik penyebaran virus yang sudah meluas ke banyak titik. Tidak hanya di China, tapi juga ke negara tetangga. Sampai saat ini, virus korona sudah terdeteksi di Thailand, Korea Selatan, Singapura dan Jepang.

Peneliti pun menggunakan data penumpang pesawat dari Wuhan ke luar negeri. Tercatat di sana ada 3.301 dari 19 juta penduduk Wuhan menggunakan penerbangan internasional setiap harinya. Dari sini bisa dikatakan bahwa negara-negara yang dituju penumpang Wuhan berisiko virus korona.

Dilihat dari hasil penelitian di situs Imperial, terdapat asumsi terkait penelitian, antara lain;

1. Bandara Internasional Wuhan memiliki populasi pengunjung 19 juta orang.

2. Terdapat penundaan penerbangan rata-rata 10 hari antara infeksi dan deteksi, dengan masa inkubasi 5-6 hari dan penundaan 4-5 hari dari serangan gejala hingga deteksi atau rawat inap. Kasus di Thailand dan Jepang masing-masing pasien dirawat tiga hingga 7 hari setelah diagnosa.

3. Total volume perjalanan internasional dari Wuhan selama dua bulan terakhir adalah 3.301 penumpang per hari. Perkiraan ini berasal dari 3.418 penumpang asing per hari di 20 negara tujuan teratas, berdasarkan data IATA 2018 dan menggunakan data IATA 2016, yang dimiliki oleh Imperial College London. Hal tersebut dilakukan untuk mengoreksi lonjakan perjalanan di Tahun Baru Imlek, yang masuk dalam data terakhir.

Para ilmuwan London pun tak mengelak bahwa penelitiannya masih banyak kekurangan. Sebab, dilihat dari hasil penelitian ilmuwan lain, diketahui bahwa jumlah kasus beragam, mulai dari yang terendah adalah 996 kasus dan tertinggi 2.298 kasus.

Kesimpulannya, peneliti menerangkan, sangat mungkin bahwa wabah virus korona penyebab pneumonia Wuhan ini, lebih banyak dibandingkan apa yang dilaporkan China.

Penelitian ini juga menyarankan untuk dilakukan pengawasan yang lebih meluas, untuk mencakup semua kasus pneumonia yang dirawat di rumah sakit.

Juga dengan penyakit pernapasan parah di wilayah Wuhan dan kota-kota China lainnya yang terhubung dengan baik. Analisis ini tidak secara langsung membahas rute transmisi, tetapi pengalaman masa lalu dengan penyebaran SARS dan MERS-CoV dalam skala yang sama, menunjukkan bahwa transmisi manusia-ke manusia yang berkelanjutan saat ini tidak boleh dikesampingkan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini