nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Status KLB Antraks Dicabut, Gunungkidul Sudah Aman Dikunjungi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 18:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 21 481 2156227 status-klb-antraks-dicabut-gunungkidul-sudah-aman-dikunjungi-hPtVRIMA6U.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEMERINTAH resmi mencabut status Kasus Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kendati demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tetap waspada dengan meningkatkan pencegahan terhadap wabah antraks.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Kabupaten Gunungkidul memang sempat menjadi perbincangan publik, menyusul wabah antraks yang menelan satu korban meninggal dunia. Meski hingga 9 Januari lalu masih terdapat laporan kematian hewan, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Gunungkidul telah aman untuk dikunjungi.

Hal tersebut disampaikan secara gamblang oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Anung Sugihantono, M.Kes.

Antrax di Gunungkidul

"Tidak ada larangan mengunjungi Gunungkidul. Kejadian luar biasanya sudah bisa dikendalikan," terang Anung Sugihantoni saat ditemui di Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan.

Kendati demikian, Anung mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan meningkatkan pengelolaan antraks secara menyeluruh. Dimulai dari pengelolaan masyarakat hingga hewan ternak itu sendiri.

"Mau makan sate di Gunungkidul silahkan. Asalkan sudah dapat surat kesehatan. Dalam kondisi ini, kita memang harus tetap waspada. Apalagi Gunungkidul belum memiliki rumah pemotongan hewan, dan masih dilakukan tingkat masyarakat," tegasnya.

Sebelumnya, Anung menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang memicu terjadinya wabah antraks di kawasan ini. Salah satunya adalah kebiasaan buruk warga setempat yang nekat mengonsumsi daging hewan ternak sakit.

Alih-alih menguburkan hewan ternak yang sakit, warga justru menyembelih dan membagikan dagingnya kepada para tetangga. Hewan ternak yang sakit tersebut justru segera dipotong, lalu dibagikan ke masyarakat, atau dikonsumsi sendiri.

Antrax di Gunungkidul

Tak hanya itu, warga juga sering menggunakan kotoran atau bagian dalam tubuh hewan ternak yang sakit, untuk dijadikan pupuk kandang. Hal ini diketahui melalui sample spora antraks yang ditemukan di atas permukaaan tanah di sekitaran kandang ternak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini