nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspadai Penyebaran Antraks, Klaten Tambah Stok Vaksin

Selasa 21 Januari 2020 22:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 21 481 2156319 wasapadai-penyebaran-antraks-klaten-tambah-stok-vaksin-51mrCuOXlq.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

WABAH antraks yang melanda Gunungkidul, Yogyakarta memang membuat daerah sekitarnya cukup waspada. Meskipun, Kementerian Kesehatan sendiri telah mencabut status Kasus Luar Biasa (KLB) di sana.

Oleh karena itu, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Klaten menambah stok vaksin untuk ternak sapi. Hal ini, sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan antraks yang memang sudah memakan banyak korban.

Rencananya, vaksinasi akan difokuskan di dua kecamatan yang perbatasan langsung antara Klaten dengan Gunungkidul, Yogyakarta.

Sapi

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, DPKPP Klaten, Sri Muryani Dwi Atmini, mengatakan, vaksinasi ternak sapi sudah menjadi kegiatan rutin.

Hanya saja, kegiatan ini akan lebih digencarkan sebagai antisipasi penyakit hewan menular, seperti antraks. Sebagai pendukung kegiatan vaksinasi, pihaknya tengah memesan vaksin antraks di Surabaya.

"Saat ini vaksinasi kita fokuskan di daerah Cawas dan Bayat yang berbatasan langsung dengan daerah endemis antraks yakni Gunung Kidul. Mudah-mudahan tidak merambah ke Klaten," ujarnya seperti dilansir dari krjogja.com.

Selain itu, dia pun mengimbau kepada petugas di lapangan untuk lebih waspada terhadap keluar masuknya ternak sapi ke Klaten. Masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati terutama jika mengetahui ada ternak sapi mati mendadak segera melapor ke desa atau petugas kesehatan hewan.

"Misalnya ada sapi mati mendadak dengan gejala antraks harus segera dimasukkan ke lubang lalu dibakar kemudian ditaburi gamping dan ditimbun tanah. Jangan dimasak jangan dikonsumsi," ujarnya.

Antrax di Gunungkidul

Pengelola Kegiatan Ternak Besar Kecil Unggas (PKTBKU) Pasar Hewan Prambanan, Margito, menambahkan, populasi lalu lintas ternak sapi di Pasar Hewan Prambanan ada penurunan dalam beberapa hari terakhir dari 200 ekor kini hanya 150 ekor. Penurunan akibat dampak adamya pembatasan lalu lintas ternak seperti daerah endemis antraks di Gunung Kidul.

"Sampai saat ini kondisi ternak di Pasar Hewan Prambanan masih aman dari antraks. Kegiatan vaksinasi terus digiatkan sebagai antisipasi pencegahan," imbuhnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Kabupaten Gunungkidul memang sempat menjadi perbincangan publik, menyusul wabah antraks yang menelan satu korban meninggal dunia. Meski hingga 9 Januari lalu masih terdapat laporan kematian hewan, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa Gunungkidul telah aman untuk dikunjungi. (mrt) 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini