nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jawa Tengah Berencana Hapus Aturan Rujukan BPJS Kesehatan

Selasa 21 Januari 2020 22:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 21 481 2156326 jawa-tengah-berencana-hapus-aturan-rujukan-bpjs-kesehatan-CqWlkc68AZ.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BUKAN rahasia lagi untuk mendapatkan asuransi Badan Penyedia Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, maka pasien harus melakukan rujukan yang cukup merepotkan.

Oleh karena itu, Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, berencana menghapus sistem rujukan Badan Penyedia Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Keputusan tersebut berlaku di seluruh rumah sakit Jawa Tengah (Jateng), untuk pasien miskin.

Menurut Ganjar, pelayanan kesehatan harus mengutamakan sisi kemanusiaan. Rumah sakit juga dilarang untuk melakukan diskriminasi kepada pasien, terutama dari sisi ekonomi.

"Itu berlaku untuk seluruh rumah sakit. Jangan pernah menolak pasien miskin. Karena kalau mereka ditolak itu sakit (hati). Kita titipkan jaga integritas," kata Ganjar seperti dilansir dari Solopos.com.

Keputusan tersebut berlaku di seluruh rumah sakit Jawa Tengah (Jateng), untuk pasien miskin.

Ganjar juga meminta rumah sakit untuk tetap melayani pasien, meski tidak memiliki kartu BPJS. Ia juga telah memerintahkan direksi baru RS Margono membuat suatu manajemen yang bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

"Selanjutnya ada cara-cara mereka yang bisa dilakukan sendiri dengan iuran, Baznas dan sebagainya. Untuk yang biasanya belum punya BPJS dan tidak mampu kita bantu. Kita bergotong royong," katanya.

Ganjar mengatakan, dalam pelayanan kesehatan, yang mesti dipegang adalah dua hal, cepat dan mudah. Untuk itu Ganjar berharap sistem rujukan yang selama ini diterapkan agar dihapus. Selain memotong rantai birokrasi, dengan pemotongan sistem itu pelayanan kesehatan dianggap bisa lebih cepat.

"Rujukan itu membosankan. Sistem rujukannya mesti diubah. Yang begini-begini ini akan memotong rantai-rantai birokrasi dan penanganan kesehatan bisa cepat," kata Ganjar.

dengan pemotongan sistem itu pelayanan kesehatan dianggap bisa lebih cepat.

Untuk itu Ganjar mendorong inovasi di seluruh rumah sakit terutama yang dimiliki Pemprov Jateng. Ganjar mengatakan telah berkonsultasi dengan BPJS untuk merealisasikan hal tersebut. Bahkan beberapa rumah sakit telah menawarkan konsep pelaksanaan inovasi rujukan itu.

"Sudah kita obrolkan (dengan BPJS) dan sekarang rumah sakit lagi mencoba suatu sistem yang terintegrasi. Kemarin beberapa rumah sakit punya gambaran karena pernah punya pengalaman,” ujar Ganjar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini