nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mi Shirataki Bercita Rasa Asin Lebih Digemari

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 19:52 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 22 298 2156816 mi-shirataki-bercita-rasa-asin-lebih-digemari-oR73vbD5ql.jpg lezatnya mi shirataki (Foto: Okezone)

Belakangan ini mi shirataki cukup populer di kalangan orang-orang yang menerapkan gaya hidup sehat. Makanan pokok yang berasal dari Jepang ini hadir dalam dua jenis yaitu nasi dan mi. Salah satu alasan yang membuat shirataki begitu digemari adalah rendah kalori.

Mi shirataki mengandung glukomanan, yaitu serat unik yang ditemukan di akar konjak. Selain itu, dari 100 gram shirataki mengandung 15-20 kalori.

 mi shirataki

Tak hanya itu, kandungan shirataki terdiri dari 3 persen serat dan 97 persen air sehingga memberi rasa kenyang pada tubuh. Selain dikonsumsi oleh orang-orang yang menerapkan gaya hidup sehat, shirataki juga aman dikonsumsi oleh penyandang diabetes.

Saat ini shirataki sudah banyak diolah menjadi makanan sehari-hari contohnya nasi goreng shirataki. Mi shirataki juga bisa diolah seperti mi pada umumnya.

Celebrity chef William Gozali menyarankan untuk mengolah mi shirataki pilih cita rasa yang asin.

“Sebenarnya cita rasa yang manis sih bisa. Tapi kan tetap orang Indonesia lidahnya sulit menerima itu, lebih senang yang asin,” ujar William saat ditemui Okezone dalam peluncuran dua varian terbaru FITmee, Rabu (22/1/2020) di Jakarta.

Chef yang akrab disapa Willgoz itu menerangkan, tekstur mi shirataki mirip dengan soun yang terasa kenyal sehingga masih bisa diterima oleh lidah. Untuk pengolahan, dirinya menyarankan agar lebih berani memasukkan bumbu agar semakin meresap. Terlebih mi shirataki membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dimasak.

“Makanya mi shirataki ini enggak gampang overcook karena bahannya beda. Waktu masaknya aja beda, kalau mi biasa misalkan dua menit agar bumbu bisa meresap, mi shirataki mungkin harus ditambah beberapa detik,” ujar Chef Willgoz.

Saat ini mi shirataki sudah banyak tersedia di supermarket sehingga memudahkan masyarakat yang ingin mencoba mengolahnya. Mi shirataki hadir dalam dua jenis kemasan yaitu kering dan basah. Otomatis cara pengolahannya juga berbeda.

“Kalau mi shirataki yang basah tinggal tumis masukkan bumbu, tapi kalau yang kering direbus dulu, baru ditumis, diolah. Saya sih sarankan untuk bumbunya main di kecap-kecapan (kecap teriyaki, kecap manis, kecap asin, dan sebagainya) karena ready to use. Setelah itu tinggal ditambah bumbu dari tumis bawang-bawangan, kasih telur, daging, bisa juga ditambah sayuran seperti kol, sawi putih, wortel, dan any kind of mushroom,” pungkas Chef Willgoz.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini