nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Virus Korona, Korea Utara Tolak Kedatangan Wisatawan Asing

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 21:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 22 406 2156867 cegah-virus-korona-korea-utara-tolak-kedatangan-wisatawan-asing-W6i9Gusp2e.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KASUS virus korona yang melanda Kota Wuhan, China, menimbulkan efek domino bagi sejumlah pelaku bisnis wisata di beberapa negara. Akibat penyebaran virus ini, beberapa agen perjalanan yang menyediakan jasa liburan ke Korea Utara mengatakan bahwa negara tersebut telah melarang turis asing memasuki wilayah mereka.

Kebijakan ini terpaksa diberlakukan mengingat sebagian besar wisatawan yang menyambangi Korea Utara berasal dari China. Selain Korea Utara, beberapa negara juga telah mengambil langkah yang tegas dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap para wisatawan yang baru mengunjungi Kota Wuhan.

Kekhawatiran ini semakin diperparah dengan adanya momen Hari Raya Imlek, yang jatuh pada 25 Januari mendatang. Bukan tanpa alasan, pada momen inilah jutaan warga China akan bepergian untuk berlibur di dalam maupun luar negeri.

“Kami masih mempelajari tentang penyakit ini,” ujar Gao Fu, seorang akedemisi di Chinese Academy of Sciences and head of the Chinese Center for Disease Control.

Foto/Reuters

Gao mengatakan, para pejabat China berasumsi bahwa wabah ini disebabkan oleh paparan infeksi dari binatang liar yang dijual secara ilegal di pasar Wuhan. Virus itu, kemudian bermutasi hingga akhirnya dapat menginfeksi manusia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Jiao Yahui, salah satu pejabat di departemen kesehatan China. Ia mengatakan bahwa virus korona akan terus berkembang, dan dibutuhkan tindakan lebih lanjut untuk mencegah penyebarannya.

“Penyakit ini akan terus berkembang. Sampai sekarang dia sudah berkembang hingga menjadi beberapa fitur dibanding saat pertama kali virus itu ditemukan. Oleh karenanya, langkah-langkah pencegahan harus segera diubah dan disesuaikan,” tegasnya.

Seperti diketahui, awal pekan ini departemen kesehatan China telah mengonfirmasi bahwa virus korona dapat menginfeksi manusia setelah ditemukan dua korban infeksi di provinsi Guangdong, China Selatan. Padahal, kedua pasien ini belum pernah menginjakkan kaki ke Wuhan.

Selain itu, lima belas pekerja medis juga dinyatakan positif terkena virus korona setelah menangani para korban. Empat belas di antara mereka merupakan tenaga medis, dan satu di antaranya merupakan pasien yang telah dirawat di rumah sakit untuk menjalani bedah saraf, namun juga didiagnosis mengidap virus korona.

“Ini adalah pelajaran yang sangat berharga bahwa tidak boleh ada celah dalam pencegahan dan pengendalian dalam menangani kasus virus korona,” tegas Walikota Wuhan, Zhou Xianwang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini