nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenkes Sebut Gejala Virus Korona Terdeteksi 7 Sampai 14 Hari

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 22 Januari 2020 21:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 22 481 2156865 kemenkes-sebut-gejala-virus-korona-terdetaksi-7-sampai-14-hari-6bs0a6OZJw.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes RI) menegaskan, sampai sekarang belum ada obat atau vaksin yang bisa digunakan untuk mengatasi penyebaran virus korona. Namun, masyarakat tak perlu khawatir dengan penyebaran virus penyebab pneumonia misterius itu.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI drg Vensya Sitohang, MEpid, mengatakan, pneumonia misterius yang terjadi di Wuhan, disebabkan karena virus korona jenis baru. Sehingga untuk vaksin virus korona belum ada saat ini.

"Jenis virus korona tidak ada obatnya dan belum ada vaksinnya. Yang ada mengobati dengan gejalanya. Misalnya obat untuk gejala flu, batuk dan sesak napas," kata Dokter Vensya ditemui di Gedung Kemenkes, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2020).

Dokter Vensya menambahkan, jangan terpaku pada vaksinnya saja, masyarakat diminta untuk mewaspadai gejala pneumonia misterius itu. Kalau mengalami panas, batuk, sampai pada sesak itu patut dicurigai.

virus korona

"Jangan panas dianggap flu biasa. Kita lebih baik harus curiga yang terburuk untuk bisa menangkap. Pasien itu juga tertangani dengan baik dan meminimalisir penularan," ucap Dokter Vensya. 

"Gejala ini punya masa inkubasi mulai dari tujuh hingga 14 hari," sambungnya.

Dia juga meminta agar masyarakat harus menjaga kesehatan, menjaga waspada, menjauhi kemungkinan untuk berdekatan dengan yang terinfeksi. Kalau butuh obat-obatan, masyarakat bisa mendapatkan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

"Berupaya juga untuk menjauhi penyebaran penyakit tersebut, karena kita sendiri yang harus siap siaga," pungkasnya.

(dwk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini