Mengungkap Fenomena Barang Hilang di Jepang, Hampir Pasti Kembali ke Pemiliknya

Kamis 23 Januari 2020 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 23 196 2157234 mengungkap-fenomena-barang-hilang-di-jepang-hampir-pasti-kembali-ke-pemiliknya-KzkJm92fbP.jpg Barang hilang di Jepang hampir pasti kembali (Foto: Live Japan)

KEHILANGAN harta benda seperti tas atau dompet merupakan satu hal yang sangat merepotkan. Apalagi jika barang hilang tersebut berupa kartu identitas hingga surat penting lainnya. 

Bukan soal kerugian materil yang dirasa, tapi untuk mengurus surat-surat penting itu yang menyebalkan. Namun, ada satu tempat di mana ada kemungkinan besar Anda bisa bertemu lagi dengan barang hilang itu, yakni Tokyo.

Dengan populasi dalam kota yang mendekati 14 juta orang, jutaan barang hilang di Tokyo setiap tahunnya. Tetapi sejumlah besar barang itu kembali ke pemiliknya.

Pada 2018, lebih dari 545.000 kartu identitas dikembalikan kepada pemiliknya oleh Polisi Metropolitan Tokyo - 73% dari jumlah total kartu yang hilang.

Ada pula 130.000 ponsel (83%) dan 240.000 dompet (65%) yang ditemukan. Barang-barang ini seringkali dikembalikan pada hari yang sama.

 Ilustrasi ponsel

"Ketika saya tinggal di San Francisco, saya ingat sebuah berita tentang seseorang di Chinatown yang kehilangan dompet. Orang lain menemukan dan menyerahkannya kepada polisi," kata Kazuko Behrens, seorang psikolog dari SUNY Polytechnic Institute, New York, AS.

Itu adalah kasus yang sangat langka sehingga penemu dompet pun diwawancarai di saluran berita lokal dan diberi julukan "orang jujur".

Tindakan yang menunjukkan integritas nyata seperti itu tidak jarang terjadi di Jepang, tempat asal Behrens.

"Bagi orang Jepang itu seperti, 'Ya iyalah! Tentu saja dompetnya akan dikembalikan'." Klik halaman selanjutnya untuk informasi fenomena barang hilang di Jepang yang lebih lengkap.

Justru malah lebih langka jika dompet itu tidak kembali. Apa untungnya bagi penemu yang cukup jujur dan menyerahkan barang yang ditemukannya? Tampaknya bukan untuk imbalan.

Dari 156.000 ponsel yang dikembalikan pada tahun itu, tidak ada barang yang diberikan kepada penemu atau diklaim oleh Negara (17% ponsel yang pemiliknya tidak ditemukan, dihancurkan).

Para petugas di kantor polisi Jepang, yang lingkupnya kecil (disebut kōban), memiliki citra yang sangat berbeda dari polisi di tempat lain.

Pos polisi semacam itu berlimpah di kota-kota Jepang (di Tokyo ada 97 per 100 kilometer persegi, dibandingkan dengan 11 kantor polisi per 100 kilometer persegi di London).

 Polisi di Jepang

Artinya, Anda tidak pernah terlalu jauh dari bantuan.

Para polisi yang ditempatkan di sana ramah. Mereka terkenal sering memarahi remaja yang nakal atau membantu orang tua menyeberang jalan.

"Jika seorang anak melihat polisi di jalan, mereka biasanya menyapa mereka," kata Masahiro Tamura, seorang pengacara dan profesor hukum di Universitas Kyoto Sangyo, Jepang.

"Untuk orang tua yang tinggal di lingkungan itu, petugas polisi kerap melakukan pengecekan ke tempat tinggal mereka untuk memastikan mereka baik-baik saja."

Para petugas ini sangat disayang, sehingga mereka menjadi subyek seri buku komik terkenal yang disebut Kochikame: Tokyo Beat Cops yang sudah dibuat selama 40 tahun.

"Menyerahkan barang yang hilang atau terlupakan adalah sesuatu yang diajarkan pada usia muda," kata Tamura.

"Anak-anak didorong untuk mengirimkan barang-barang yang hilang ke kantor polisi, bahkan jika itu hanya 10 yen (Rp 1.200). Jika seorang anak mengembalikan koin ini ke Kōban, petugas akan memperlakukannya secara resmi sebagai barang yang hilang. Laporan dibuat, dan koin itu diambil oleh polisi."

Meski demikian, mengetahui bahwa tidak akan ada yang melaporkan kehilangan koin senilai Rp 1.200, polisi kemudian mengembalikan koin itu sebagai hadiah.

"Oleh karena itu, meskipun nilainya sama, proses penyerahan uang ke polisi berbeda dengan jika anak itu langsung mengambil uang temuan itu untuk dirinya. Mengambil uang yang ditemukan adalah pencurian, tapi uang dari polisi adalah hadiah."

Dalam sebuah riset yang membandingkan praktik pengembalian barang di New York dan Tokyo, 88% ponsel yang hilang dikembalikan ke polisi di Tokyo.

Sementara, hanya 6% ponsel yang "hilang" di New York yang dikembalikan. Penelitian itu juga menunjukkan, sebanyak 80% dompet yang hilang di Tokyo juga dikembalikan.

Sementara di New York, angkanya hanya 10%. Banyaknya kantor polisi memang membuatnya jadi lebih mudah, tetapi, apakah ada faktor lain? Demikian seperti dikutip dari BBC Indonesia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini