nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Barang Hilang di Jepang Hampir Pasti Kembali, Kecuali Payung, Kenapa?

Kamis 23 Januari 2020 18:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 23 196 2157271 barang-hilang-di-jepang-hampir-pasti-kembali-kecuali-payung-kenapa-E184D4T9uB.jpg Payung di Jepang tidak akan kembali jika hilang (Foto: Nippon)

ADA satu tempat di mana Anda bisa bertemu lagi dengan barang hilang, yakni Jepang. Dengan populasi dalam kota yang mendekati 14 juta orang, jutaan barang hilang di Tokyo setiap tahunnya. Tetapi sejumlah besar barang itu kembali ke pemiliknya.

Pada tahun 2018, lebih dari 545.000 kartu identitas dikembalikan kepada pemiliknya oleh Polisi Metropolitan Tokyo 73% dari jumlah total kartu yang hilang. Ada pula 130.000 ponsel (83%) dan 240.000 dompet (65%) yang ditemukan. Barang hilang tersebut seringkali dikembalikan pada hari yang sama.

"Ketika saya tinggal di San Francisco, saya ingat sebuah berita tentang seseorang di Chinatown yang kehilangan dompet. Orang lain menemukan dan menyerahkannya kepada polisi," kata Kazuko Behrens, seorang psikolog dari SUNY Polytechnic Institute, New York, AS.

 Barang hilang

Namun ada satu hal unik. Jika barang tersebut berupa payung, barang tersebut jarang kembali ke pemiliknya. Jika payung yang hilang, kemungkinan sangat kecil untuk kembali ke pemiliknya.

Dari 338.000 payung yang diserahkan ke bagian 'Barang Hilang' di Tokyo pada tahun 2018, hanya 1% yang kembali ke pemiliknya.

Sebagian besar, sekitar 81%, diklaim oleh pencari, yang merupakan suatu hal yang unik. Banyaknya jumlah payung yang dipakai warga Jepang mendorong fenomena ini.

Mengetahui bahwa banyak orang akan lupa untuk mengklaim payung mereka, Satoshi, seorang mantan penduduk Suginami-ku, Tokyo, mengatakan ia akan "menipu" kantor Barang Hilang untuk memberinya payung jika dia kehujanan.

 Payung

Satoshi menggambarkan jenis payung paling umum, yaitu payung plastik bening yang dijual di setiap toko seharga 500 yen (Rp 62 ribu).

Karena ada begitu banyak payung tergeletak di konter Barang Hilang, Satoshi selalu mendapatkan payung gratis.

Maka, mungkin kejujuran tidak selalu dikedepankan. Faktanya, Jepang memiliki sejarah yang rumit dengan kejujuran, kata Behrens. Demikian sebagaimana dikutip BBC Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini