5 Negara dengan Angka Kelahiran Terendah di Dunia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 07:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 23 481 2156960 5-negara-dengan-angka-kelahiran-terendah-di-dunia-mws7NfP6Ip.jpg Ilustrasi (Foto : Foxnews)

Sejumlah negara mengalami penurunan angka kelahiran yang cukup signifikan. Fenomena ini sontak memaksa pemerintah setempat untuk mengeluarkan program khusus demi menjaga stabilitas populasi di negara mereka.

China yang sempat meluncurkan program satu anak justru menjadi satu dari lima negara yang sangat fokus meningkatkan angka kelahiran penduduknya di tahun 2020 ini. Berikut ulasannya, seperti dilansr Okezone dari Foxnews, Kamis (23/1/2020).

China

Pada 1970-an, China menerapkan kebijakan satu anak untuk memperlambat pertumbuhan populasi penduduknya yang sangat cepat. Kebijakan itu akhirnya dicabut pada 2015, meski data statistik menunjukkan bahwa program ini telah memberikan sedikit pengaruh.

Namun pada 2019 lalu, Biro Statistik Nasional China menjelaskan bahwa mereka menyentuh rekor angka kelahiran terendah sejak negara tersebut berdiri pada tahun 1949 silam. Alhasil kini, pemerintah China mulai gencar mengeluarkan program khusus, guna meningkatkan angka kelahiran penduduknya, termasuk pemberian subsidi kepada ibu hamil.

Bayi

Italia

Italia berhasil mempertahankan salah satu negara yang memiliki tingkat kesuburan terendah di Uni Eropa dengan rata-rata 1,3 anak per wanita. Angka ini lebih rendah dari data dari sejumlah negara Uni Eropa yang menyentuh angka 1,59 anak per wanita. Menanggapi persoalan tersebut, pemerintah Italia telah menawarkan insentif finansial kepada warga demi meningkatkan angka kelahiran. Tak tanggung-tanggung, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp12,2 juta per anak, namun tidak dapat mendongkrak angka kelahiran.

Jepang

Kurang dari satu juta bayi lahir di Jepang tahun lalu. Angka tersebut rupanya mengalami penurunan hingga 5,9% dibandingkan tahun sebelumnya, dan menjadi salah satu yang terendah sejak negara itu memberlakukan sensus penduduk pada tahun 1989 silam.

Rusia

Sejak 1999, angka kelahiran di Rusia telah meningkat dari 1,16 anak per wanita menjadi 1,48. Meskipun signifikan, levelnya tidak cukup untuk mempertahankan populasi. Presiden Vladimir Putih akhirnya menawarkan tunjangan kehamilan dan biaya sekolah gratis selama empat tahun berturut-turut.

Bayi

Spanyol

Dalam enam bulan pertama di tahun 2019, Spanyol mencatat angka kelahiran terendah sejak awal kemerdekaan mereka pada tahun 1940-an. Pada 2018 lalu, hanya ada 373 ribu kelahiran yang berhasil dicatat oleh pemerintah Spanyol. Angka tersebut diklaim terendah dibandingkan dua dekade terakhir. Para ahli menjelaskan bahwa wanita Spanyol cenderung menunda untuk memiliki anak, dibanding generasi sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini