Waspada, 2 Tanda Ini Bisa Jadi Indikasi Aritmia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 23 481 2157297 waspada-2-tanda-ini-bisa-jadi-indikasi-aritmia-jkfzwmtd7I.jpg Ilustrasi jantung (Foto: CBSNEWS)

SELAIN penyakit jantung koroner, salah satu masalah jantung yang sering dialami masyarakat adalah Aritmia (gangguan irama jantung). Meski demikian seseorang dapat mendeteksi secara dini penyakit jantung tanpa harus mengunjungi dokter.

Dokter Spesialis Kardiovaskular, dr. Sunu Budhi Raharjo, PhD, SpJP (K) mengatakan ada gejala atau tanda-tanda khusus dari Aritmia yang dapat menjadi indikator bagi seseorang. 

“Ciri seseorang terkena Aritmia adalah merasa lelah dan berujung sesak dan sakit dada apabila sedang melakukan aktivitas. Tanda lain adalah kondisi jantung yang tiba-tiba berdebar tanpa memandang usia, dari muda sampai yang tua,” terang dr. Sunu saat dijumpai Okezone, Kamis (23/1/2020).

 Ilustrasi sakit jantung

Selain dua indikator tersebut, ciri lain yang menandakan seseorang mengalami Aritmia adalah pusing atau keleyengan. Jika dibiarkan dan tidak segera ditangani maka penderita Aritmia berpotensi untuk pingsan, bahkan dalam beberapa kasus yang terjadi ada yang sampai mengalami Sudden Cardiac Death (SCD).

Terkait dengan Aritmia, Dokter Spesialis Kardiovaskular lainnya yakni, dr. Dicky A Hanafy, SpJP (K) mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang berisiko terserang penyakit ini. Penyebab utama penyakit ini kembali disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat.

“Hipertensi (Darah tinggi) akan berdampak pada pembesaran struktur jantung yang mengarah kepada Aritmia. Selain itu Diabetes akan berpotensi menyebabkan Jantung koroner dan berakhir pada Aritmia. Jarang berolahraga pun turut menjadi faktor risiko seseorang terserang penyakit ini,” lanjutnya.

 Cara mudah

Lebih lanjut dr. Dicky mengatakan seseorang yang berolahraga terlalu berat juga bisa berpotensi mengalami Aritmia. Olahrahga terlalu berat atau terlalu ekstrem dapat menyebabkan kerja jantung bertambah keras.

“Keseringan melakukan olahraga ekstrem memiliki risiko terkena Aritmia. Biasanya dialami oleh para pelari ekstrem. Jadi kalau bisa olahraga itu secukupnya. Boleh berolahraga tapi jangan berlebihan,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini