nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Thermal Scanner di Bandara Tak Jadi Jaminan Bebas Virus Korona

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 19:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 23 481 2157372 thermal-scanner-di-bandara-tak-jadi-jaminan-bebas-virus-korona-J5BqsNqZuk.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MESKIPUN ada thermal scanner disiapkan di bandara dan pelabuhan, rupanya masih terdapat kesulitan dalam memantau gejala virus korona. Sebabnya, masa inkubasi gejala dari virus korona tersebut punya rentang waktu 7 sampai 14 hari.

Dijelaskan Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto, dalam menanggapi penyebaran virus korona, pemerintah sudah melakukan simulasi dari jauh-jauh hari. Termasuk melakukan pendeteksian di 135 pintu masuk darat, laut dan udara dengan thermal scanner.

"Kita pasang 195 thermal scanner dan kesiapan 24 jam semua aparat Kemenkes untuk menyikapi ini. Kalau ada (yang terjangkit) nanti kita tangani, kita isolasi. Kemudian sembuh dan melewati masa inkubasi," ucap Menkes Terawan di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

virus korona

Selain itu, Menkes Terawan setiap hari selalu memantau dan mengecek perkembangan virus korona. Dia berupaya agar penyebaran virus korona tidak sampai ke Indonesia.

"Kita semua sudah siap, saya sebagai menteri kesehatan juga sudah siap. Semua masih aman dan kita doakan, orang boleh masuk, tapi penyakitnya jangan," terangnya.

Tapi, meskipun thermal scanner sudah dipasang di setiap pintu masuk bandara, bukan berarti kemungkinan untuk virus korona tersebut masuk adalah 0 persen. Pasalnya, bisa jadi orang pembawa virus tersebut belum melewati masa inkubasi.

Meski demikian, Menkes Terawan meminta agar masyarakat tidak khawatir, karena saat ini ada 100 fasilitas kesehatan (faskes) disiagakan sebagai tempat rujukan saat mendeteksi gejala dari virus korona.

"Kalau masa inkubasi tergantung strain. Kita semua sudah siap, semua faskes siap, termasuk 100 faskes khusus menghadapi sebagai rujukan dan sudah kita pantau," pungkasnya.

Logistik seperti peralatan skrining, masker, dan alat pelindung diri juga sudah disiapkan di seluruh pintu masuk Indonesia, terutama di 19 daerah yang menerima penerbangan langsung dari China.

Saat ini, Indonesia dan negara-negara lain meningkatkan kewaspadaan setelah dikonfirmasi pada Selasa 21 Januari 2020 bahwa virus korona jenis baru, yang juga dikenal dengan nama 2019-nCoV, bisa menular dari manusia ke manusia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini