nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspadai Peredaran Antraks, Purworejo Larang Daging dari Yogyakarta

Kamis 23 Januari 2020 21:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 23 481 2157398 waspadai-peredaran-antraks-purworejo-larang-daging-dari-yogyakarta-rdNP0qitJT.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT antraks yang mewabah di Yogyakarta memang membuat daerah sekitarnya menjadi waspada. Tidak heran jika kemudian daerah lain mulai meningkatkan vaksinasi hewan.

Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi ancaman penyebaran penyakit anthrax yang saat ini merebak di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.

Pemkab mengeluarkan surat edaran yang isinya antara lain melarang masyarakat menerima atau membeli ternak dan daging segar dari daerah tertular.

lain melarang masyarakat menerima atau membeli ternak dan daging segar dari daerah tertular.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo Siti Lestari mengatakan, peningkatan kewaspadaan dilakukan untuk mencegah masuknya ternak terinfeksi kuman anthrax ke Purworejo.

"Kondisi Purworejo aman, tapi tetap waspada karena Jawa Tengah itu termasuk endemis anthrax," tuturnya seperti dilansir dari krjogja.com.

Menurutnya, bentuk antisipasi paling utama adalah mencegah ternak dari daerah tertular masuk ke Purworejo. Pedagang ternak dan daging juga diimbau untuk bijak dengan tidak mengambil pasokan dari Gunungkidul untuk sementara waktu.

Pencegahan juga dilakukan dengan mengawasi lalu lintas ternak pada jalur resmi dan yang tidak resmi. "Pemkab juga bekerja sama dengan Balai Besar Veteriner Wates dalam melakukan surveilans, utamanya untuk Kambing Kaligesing yang populasinya sangat banyak di Purworejo. Terlebih, wilayah budidaya kambing itu kebanyakan juga di daerah perbatasan," terangnya.

 diimbau untuk bijak dengan tidak mengambil pasokan dari Gunungkidul untuk sementara waktu.

Selain itu, pemerintah meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi dengan sasaran stake holder peternakan dan masyarakat umum. "Kami sampaikan tentang bahaya anthrax, gejala dan cara penularannya. Juga langkah yang harus diambil apabila menemukan ternak dengan gejala penyakit itu," ungkapnya.

Berdasar pantauan dinas, ternak asal Gunung Kidul termasuk jarang diperjualbelikan di Kabupaten Purworejo. "Aturannya kalau ternak dari luar mau diperdagangkan di Purworejo, wajib disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dinas asal. Tidak boleh sembarangan," tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini