nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Baju Merah Banyak Dipakai saat Perayaan Tahun Baru Imlek

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 15:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 24 194 2157723 alasan-baju-merah-banyak-dipakai-saat-perayaan-tahun-baru-imlek-sCuZmYcQHL.jpg Baju merah identik saat Tahun Baru Imlek (Foto : Abcnews)

Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya identik dengan atraksi Barongsai, tetapi juga busana serba merah. Kenapa Perayaan Imlek identik dengan baju merah?

Salah satu masyarakat yang merayakan, Anthony menjelaskan ada kalanya seseorang harus mengenakan pakaian dengan warna serba merah saat Imlek dengan alasan tertentu. Tak hanya bagian luarnya saja yang harus berwarna merah, melainkan harus sampai ke pakaian dalam.

Hal ini bertujuan untuk menolak segala kesialan atau bala yang akan diperoleh di tahun tersebut.

“Kalau misalnya ciong (Sial) biasanya seseorang disuruh menggunakan pakaian berwarna merah termasuk celana dalam. Ciong itu tahun ini lagi enggak bagus. Shionya bentrok gitu,” lanjut Anthony.

Imlek

Dalam horoskop China terdapat 12 shio yang dinilai dapat mencerminkan watak manusia. Shio tersebut terus berganti seiring berjalannya tahun. Shio awal dimulai dari tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, dan babi.

“Tahun depan kan tahun tikus, nah ciongnya misalkan sama naga, konon yang shio naga ini selama setahun bakal kurang bagus nasibnya. Biasa ada kayak semacam ramalannya gitu yang lagi bagus shio apa dan yang lagi kurang bagus shio apa aja,” tuntasnya.

Sebagaimana diketahui warna merah memang sangat populer bagi masyarakat Tionghoa. Tak aneh apabila warna lampion, angpau dan beberapa pernak-pernik lain berwarna merah.

Dalam tradisi China merah itu dipercaya membawa keberuntungan, kemakmuran dan sukacita untuk tahun yang akan dihadapi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini