nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentingnya Kecukupan Darah bagi Penderita Gagal Ginjal, Jangan Diabaikan!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 15:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 24 481 2157760 pentingnya-kecukupan-darah-bagi-penderita-gagal-ginjal-jangan-diabaikan-nrVbyoNyrq.jpg Ilustrasi (Foto : Everydayhealth)

Pasien gagal ginjal tak mampu memproduksi sel darah merah sendiri dalam tubuh. Eritropoietin atau hormon yang memproduksi sel darah merah di dalam tubuh pasien rusak karena ginjal tidak bekerja maksimal.

Nah, dengan begitu pasien gagal ginjal membutuhkan eritropoietin sebagai stimulus terciptanya sel darah merah. Sejauh ini, pasien akan membutuhkan obat injeksi yang diberikan dua hari sekali. Kondisi ini tentu akan memberi efek jangka panjang yang kurang baik bagi pasien.

Dijelaskan Director Kalbe Farma Sie Djohan, pemenuhan kecukupan sel darah merah bagi penderita gagal ginjal tentunya akan memperpanjang angka harapan hidupnya. Dengan begitu, kualitas hidup pasien pun akan lebih baik lagi.

"Pasien gagal ginjal yang anemia sangat memerlukan obat yang membantu tubuhnya untuk menghasilkan sel darah merah. Obat tersebut pun akan dipakai dalam jangka yang panjang sampai masalah selesai. Dengan begitu, penting sekali adanya obat anemia ini untuk pasien gagal ginjal," terangnya saat ditemui Okezone di PT Kalbe Farma Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Gagal Ginjal

Djohan melanjutkan, pemberian obat anemia pada pasien gagal ginjal yang biasanya dilakukan dua hari sekali akan memberi dampak kurang nyaman pada pasien. Makanya, dibutuhkan inovasi baru agar pasien bisa lebih merasakan kualitas hidupnya.

Sekarang ini tengah dikembangkan obat injeksi yang diberikan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Ya, obat ini diharapkan bisa digunakan pasien gagal ginjal dua minggu sekali bahkan sebulan sekali. Jadi, tidak lagi dua hari sekali.

"Sampai sekarang, obat ini masih diuji klinis fase 3 yang akan dilakukan di Indonesia, Australia, Taiwan, Filipina, Thailand, dan Malaysia. Sebelumnya, obat ini telah melakukan uji klinis, uji klinis fase 1 dan fase 2 dengan hasil yang telah diakui internasional," tambah Djohan.

Sementara itu, Kepala Badan POM Penny K. Lukito mengapresiasi adanya inovasi ini. Baginya ini adalah langkah kemajuan yang membanggakan dan harus didukung.

"Kami mengapresiasi adanya inovasi obat anemia untuk pasien gagal ginjal ini. Terlebih, dalam pembuatan obat ini dilakukan riset termasuk pengembangan obat menggunakan teknologi tinggi seperti produk bioteknologi," ucapnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini