nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sudah 3 Kali Bermutasi, Kenali Perbedaan SARS MERS dan Virus Korona Wuhan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 17:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 24 481 2157813 sudah-3-kali-bermutasi-kenali-perbedaan-sars-mers-dan-virus-korona-wuhan-Q6wgmqt8Rk.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEJAK beberapa minggu terakhir, masyarakat dunia dihebohkan dengan penyebaran virus Korona jenis baru yang mewabah di Wuhan, China. Hingga saat ini, sudah ada 18 orang yang meninggal setelah virus tersebut menyebar.

Sebenarnya virus Korona bukanlah sesuatu yang aneh, karena pada awalnya virus Korona merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan yang menyebabkan seseorang mengalami flu biasa dan relatif ringan.

Namun seiring perkembangan zaman virus Korona mengalami mutasi hingga menyebabkan dampak yang sangat berbahaya bagi manusia yang terjangkit. Virus Korona yang telah bermutasi ini bahkan sempat merenggut banyak korban jiwa karena efeknya yang sangat parah.

sempat merenggut banyak korban jiwa karena efeknya yang sangat parah.

Virus Korona yang bermutasi pun berubah menjadi tiga jenis di antaranya adalah Severe Acute Respiratory Syndrom (SARS), Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan kasus yang beberapa waktu lalu menimpa China, Wuhan Coronavirus atau sebutan lain nCov. Tentunya setiap jenis hasil mutasi virus Korona ini berbeda satu sama lainnya.

Merangkum dari NPR, Jumat (24/1/2020), Okezone akan membahas tentang perbedaan virus Korona, SARS, MERS dan virus Korona terbaru yang menimpa Wuhan. Berikut Ulasannya.

Virus Korona

Setiap manusia pasti pernah mengalami flu sepanjang hidupnya. Pada awalnya empat jenis virus Korona dianggap bertanggung jawab atas terjadinya 15-30 persen flu yang dialami manusia.

Cara penyebaran virus ini melalui kontak dengan manusia yang terinfeksi atau menyentuh permukaan benda atau sesuatu yang telah terkontaminasi virus.

Virus ini pada dasarnya dialami oleh jutaan orang setiap tahunnya. Umumnya virus ini tidak mematikan dan hanya ada beberapa kasus langka yang menyebabkan kematian akibat virus ini.

Virus Korona ini terdapat sepanjang tahun, namun lebih umum muncul di musim gugur atau dingin. Bagi Indonesia yang hanya memiliki dua musim, virus ini banyak muncul di musim penghujan.

Bagi Indonesia yang hanya memiliki dua musim, virus ini banyak muncul di musim penghujan.

SARS (SARS CoV)

Mutasi pertama virus Korona adalah Severe Acute Respiratory Syndrom (SARS) yang pertama kali terjadi di China Selatan pada 2002. Virus ini diyakini menyebar melalui kelelawar dan menginfeksi musang.

Penyebarannya ditularkan terutama antara manusia melalui kontak jarak dekat. Dalam penyebarannya terdapat 8.098 kasus MERS yang menyebabkan 774 kematian.

Tingkat kematian (mortalitas) dari penyakit yang satu ini adalah 10 persen. Untungnya tidak ada kasus baru yang dilaporkan sejak 2004. 87 persen kasus SARS terjadi di China dan Hong Kong.

MERS (MERS CoV)

Middle East Respiratory Syndrome (MERS) pertama kali dilaporkan pada 2012. Sesuai dengan namanya penyakit ini pertama kali mewabah di Arab Saudi. Proses penularannya melalui unta yang terinfeksi. Banyak masyarakat yang menyentuh atau mengonsumsi susu atau daging unta yang terinfeksi. Transmisi penyebaran terhadap manusia melalui kontak jarak dekat.

Setidaknya ada 2.494 kasus MERS yang terjadi dengan jumlah kematian sebanyak 858 (per 30 November 2019). Tingkat kematian akibat MERS yakni sebesar 34 persen dengan kasus yang terjadi di Semenanjung Arab dan 80 persen di Arab Saudi.

Kasus ini juga menyebar hingga ke 24 negara termasuk Amerika Serikat (AS). Untungnya kasus dan kematian akibat MERS telah menurun sejak 2016.

Untungnya kasus dan kematian akibat MERS telah menurun sejak 2016.

Virus Korona Wuhan (nCoV)

Virus yang sedang heboh ini pertama kali dilaporkan pada Desember 2019 di Wuhan, China. Diprediksi virus ini menyebar karena menyentuh atau memakan hewan yang telah terinfeksi.

Sayangnya, hingga saat ini hewan yang menjadi perantara penyebaran virus masih belum teridentifikasi. Penularan terhadap manusia ke manusia terjadi melalui kontak jarak dekat.

Sekira 500 kasus telah dilaporkan, dan memakan korban jiwa sebanyak 17 orang hingga 22 Januari 2020. Beberapa korban adalah pria yang berusia tua dengan kondisi yang sudah ada sebelumnya. Kasus terjadi di Wuhan serta bagian lain di China dan Asia. Sementara satu kasus dilaporkan terjadi di Amerika Serikat (AS).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini