nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Permohonan Donor Sperma dari Orang Meninggal, Harus Diizinkan?

Jum'at 24 Januari 2020 18:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 24 481 2157822 permohonan-donor-sperma-dari-orang-meninggal-harus-diizinkan-hAffUgnbHL.jpg Ilustrasi donor sperma (Foto: Art America)

INDONESIA masih belum melegalkan aturan donor sperma. Sebab hal itu dapat memicu kontra dari sisi agama dan khawatir disalahgunakan. Namun di banyak negara sudah ada yang melegalkan aturan donor sperma bahkan didirikan bank sperma sebagai sarana penyimpanan benih manusia tersebut.

Sudah menjadi hal wajar jika donor sperma diambil dari pria yang masih hidup. Lantas bagaimana aturannya jika diambil dari seseorang yang sudah meninggal? Analisis yang diterbitkan dalam Journal of Medical Ethics mengklaim bahwa donor sperma dari orang-orang yang telah setuju menyumbangkan spermanya sebelum mereka meninggal, dapat menjadi cara "yang diizinkan secara moral" untuk meningkatkan stok sperma yang tersedia.

Pada 2017 di Inggris, 2.345 bayi lahir dari sumbangan sperma. Namun, ada kelangkaan donasi di seluruh Inggris karena peraturan yang ketat. Sperma dapat dikumpulkan setelah kematian, baik melalui stimulasi listrik kelenjar prostat atau pembedahan, dan kemudian dapat dibekukan.

Donor sperma

Bukti ilmiah menunjukkan sperma yang diambil dari pria yang telah meninggal masih dapat menghasilkan kehamilan yang layak dan anak-anak yang sehat, bahkan ketika diambil hingga 48 jam setelah kematian.

Dalam analisisnya, Dr Nathan Hodson, dari Universitas Leicester, dan Dr Joshua Parker, dari Rumah Sakit Wythenshawe Manchester, berpendapat bahwa metode seperti itu mirip dengan donasi organ.

(dno)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini