nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masker Bedah Bisa Cegah Penyebaran Virus Korona? Ini Penjelasan Dokter

Tiara Syifa, Jurnalis · Sabtu 25 Januari 2020 13:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 25 481 2158162 masker-bedah-bisa-cegah-penyebaran-virus-korona-ini-penjelasan-dokter-lo2k2UOzp8.jpeg Masker bedah efektif cegah penularan virus korona? (Foto: Medium)

DI tengah wabah mematikan virus korona Wuhan di China yang menewaskan sedikitnya 26 orang dan membuat ratusan lainnya jatuh sakit.

Para pejabat di sana mendorong masyarakat memakai masker bedah untuk mencegah penyebaran virus korona Wuhan. Permintaan masker bedah pun meningkat dan ini tidak sebanding dengan jumlah penjual sehingga tidak dapat mengimbanginya.

Namun, apakah masker bedah benar-benar efektif untuk melindungi dari virus korona? Seperti yang dilansir dari Fox News, Dr. William Schaffner menjawab pertanyaan tersebut.

 Masker b edah

“Masker bedah tidak akan mencegah penyakit yang Anda derita,” kata Dr. William Schaffner, seorang profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University dan direktur medis Yayasan Nasional untuk Penyakit Menular kepada Fox News.

Ia turut menjelaskan, masker bedah biasanya digunakan oleh ahli bedah untuk melindungi pasien dari kuman yang ditularkan melalui mulut. “Masker tersebut tidak bekerja untuk mencegah penyakit,” kata Schaffner.

Masker bedah seringkali terbuat dari bahan yang tipis dan tidak cocok untuk wajah. Dengan kata lain, masih terdapat celah yang bisa terbentuk di sekitar pipi dan tepi mulut sehingga udara mudah masuk dan keluar.

“Saat batuk, Anda bisa merasakan embusan udara keluar dari masker,” jelasnya.

Centers of Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan siapa pun yang terinfeksi Novel Coronavirus atau sedang dalam tahap pengujian untuk memakai masker bedah ketika berada di depan umum.

Seorang dokter penyakit menular mengatakan kepada The New York Times, masker tersebut dapat mencegah butiran pernapasan besar untuk memasuki tubuh Anda sewaktu orang yang terjangkit bersin atau batuk karena sebagain besar penyebaran korona berasal dari butiran tersebut.

Menurut Schaffner, masker N-95 memiliki kemungkinan lebih efektif daripada masker bedah. Namun, ia mencatat, ada kemungkinan seorang profesional non-medis tidak benar dalam menggunakan masker ini sehingga membuatnya tidak banyak melakukan pencegahan penyebaran penyakit. Schaffner merekomendasikan langkah-langkah yang lebih preventif seperti mencuci tangan.

 Cuci tangan

Menurut laporan tahun 2014 tentang sejarah penggunaan masker bedah di Asia, di Asia Tenggara seperti negara China, Taiwan, dan Jepang masker bedah tidak hanya digunakan oleh orang sakit untuk mengurangi penyebaran virus penyakit, tetapi juga untuk alasan kualitas udara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini