nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menginfeksi hingga ke 8 Negara, Bagaimana Proses Virus Korona Wuhan Menyebar?

Sabtu 25 Januari 2020 20:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 25 481 2158226 menginfeksi-hingga-ke-8-negara-bagaimana-proses-virus-korona-wuhan-menyebar-nQimXcVh0V.jpg Virus korona Wuhan (Foto: Nature)

WABAH virus korona Wuhan kian mengkhawatirkan. Data terakhir yang sudah dihimpun, virus tersebut sudah mengakibatkan 26 orang di China meninggal dunia. 

Virus korona tengah menjadi masalah kesehatan terkini di dunia. Penyebarannya pun begitu pesat hingga ke 8 negara termasuk Thailand, Singapura, Prancis, Amerika Serikat sampai Arab Saudi.

Gejala yang terkena virus korona Wuhan sangat mirip dengan infeksi pernapasan, yang memungkinkan Anda terinfeksi flu hingga pneumonia. Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Diah Handayani menjelaskan bahwa 2019-nCoV adalah virus yang menyerang sistem pernafasan manusia.

Virus korona

Bedanya dengan virus lain, ujar Diah, virus korona ini memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal.

Menurut Diah, virus ini berbahaya jika telah masuk dan merusak fungsi paru-paru, atau dikenal dengan sebutan Pneumonia, yaitu infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh virus dan berbagai mikroorganisme lain, seperti bakteri, parasit, jamur, dan lainnya.

"Pertukaran oksigen tidak bisa terjadi sehingga orang mengalami kegagalan pernafasan. Itulah mengapa virus ini berat karena bukan lagi hanya menyebabkan flu atau influensa tapi dia menyebabkan Pneumonia," kata Diah, dikutip dari BBC Indonesia.

Diah melanjutkan proses penyebaran virus korona melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernafasan.

Virus ini masuk melalui saluran nafas atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru.

"Sebenarnya belum 100 persen. Tapi dilihat dari sekian ratus kasus yang dipelajari, dan sifat dasar virus korona, maka inkubasi virus ini dua sampai 14 hari. Itu mengapa kita mewaspadai periode dua minggu itu," kata Diah.

Gejala virus corona: Batuk, flu, demam hingga sesak nafas

Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menjelaskan virus korona 2019-nCoV memiliki gejala yang sama dengan infeksi virus pernafasan lainnya.

Diah mengatakan gejala ringan yaitu flu disertai batuk. Kemudian, jika memberat, akan menyebabkan demam dan infeksi radang tenggorokan.

Kemudian jika masuk ke saluran nafas, kata Diah akan menyebabkan bronkitis. "Yang berat ketika semakin jauh infeksi ke saluran nafas bawah, itu Pneumonia lengkap. Selain itu, bisa juga disertai gejala infeksi virus ke organ lain, yaitu diare," katanya.

Virus korona

Apakah virus korona bisa disembuhkan?

Dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Paru Indonesia itu menegaskan bahwa semua virus korona, termasuk virus corona 2019-nCoV belum ada obatnya.

Diah menambahkan, walaupun virus ini memiliki risiko kematian, namun angkanya masih rendah dibandingkan orang yang terjangkit dan kemudian sembuh.

"Tapi bisa (disembuhkan), terbukti yang sakit sudah ribuan tapi yang meninggal kan sedikit. Jadi dia tetap sebuah virus yang bisa disembuhkan," katanya.

Jadi, kata Diah, proses pengobatan yang dilakukan adalah terapi pendukung dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh.

"Boleh obat flu biasa kalau masih ringan, kalau demam diberi obat anti demam," katanya.

Diah menegaskan, beberapa korban meninggal umumnya tidak hanya semata disebabkan oleh 2019-nCoV, namun juga dipengaruhi faktor kerentanan seperti usia yang sudah tua sehingga daya tahan tubuh lemah dan juga penyakin lain yang sudah ada.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini