nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Tjhai Chui Mie, Perempuan Tionghoa Pertama yang Jadi Wali Kota

Ade Putra, Jurnalis · Minggu 26 Januari 2020 14:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 26 196 2158508 mengenal-tjhai-chui-mie-perempuan-tionghoa-pertama-yang-jadi-wali-kota-YuSwyElVuy.jpg Tjhai Chui Mie dan Keluarganya. (Foto: Okezone)

EKSISTENSI perempuan memang semakin meningkat di Indonesia. Tidak hanya di perusahaan, banyak perempuan sudah dipercaya untuk menduduki jabatan penting di pemerintahan.

Bahkan, kali ini ada perempuan Tionghoa pertama yang menjabat kepala daerah di tanah air. Ya, dia menjadi Wali Kota Singkawang pada Pilkada 2017.

Tjhai Chui Mie namanya, dia dipilih karena ketegasan dan kedisiplinannya. Apalagi perempuan kelahiran 27 Februari 1972 itu sempat menjadi perbincangan warganet ketika dia mengamuk dan memarahi kontraktor di depan warga pada Kamis 20 Desember 2019 lalu.

 dia mengamuk dan memarahi kontraktor di depan warga pada Kamis 20 Desember 2019 lalu.

Ia marah besar kala itu. Setelah melihat langsung kualitas pengerjaan proyek drainase di Jalan Sama-Sama, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat. Warga sekitar juga melihat langsung kemarahan Tjhai Chui Mie kepada kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

Namun, di balik sikap tegas itu, ada tersimpan keramahan dan keakraban kepada warganya. Tjhai Chui Mie selalu ramah dan membuka pintu lebar-lebar untuk warganya.

Merayakan Imlek 2571 di kediaman dinasnya, Jalan Kridasana, Singkawang Barat, dalam open house Imlek, rumah dinas Tjhai Chui Mie dipadati warga dari semua kalangan. Baik dari Singkawang maupun luar daerah.

Satu per satu warga maju untuk menyalami Tjhai Chui Mie dan keluarganya. Sambil mengucapkan selamat Hari Raya Imlek. Beberapa ada yang menyambungnya dengan kalimat Xi Nian Kuai Le (Semoga Bahagia di Tahun yang Baru). Lalu, ada pula yang mengucapkan Xi Nian Hao (Semoga Menjadi Tahun Baru yang Baik) dan Guo Nian Hao (Selamat Tahun baru dan Mendapat Rejeki yang Bagus).

"Sebagai Wali Kota Singkawang, tentunya saya ingin seluruh masyarakat Kota Singkawang bisa bersatu padu, bergandeng tangan dan membangun kota ini tanpa membeda-bedakan suku, etnis dan agama," kata Tjhai Chui Mie.

Pada tahun Tikus Logam ini, ia juga berharap masyarakat Kota Singkawang diberi kesehatan yang baik, ketentraman, kemakmuran dan kesejahteraan. Semua yang menjadi program, visi dan misinya bersama Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan, bisa tercapai.

Semua yang menjadi program, visi dan misinya bersama Wakil Wali Kota Singkawang, Irwan, bisa tercapai

"Kita ingin bisa mempertahankan predikat Kota Tertoleran. Karena ini adalah modal utama kita membangun Kota Singkawang dan mendatangkan investor. Karena dengan toleran, sudah dijamin keamanannya," tuturnya.

Karena tahun Tikus Logam ini mempunyai makna tahun yang kuat, dan makmur. Diyakini tahun ini akan membawa keberuntungan bagi siapa pun untuk berbuka usaha berbisnis. “Maka dari itu kita harapkan seluruh masyarakat di manapun berada untuk bisa berinvestasi di Kota Singkawang khususnya,” tambahnya.

Menurut Tjhai Chui Mie, perayaan Imlek ini dijadikan momen kumpul bersama keluarga. Pada momen Imlek ini, kata dia, sanak keluarga yang merantau, akan pulang untuk berkumpul dengan keluarga. Perayaan Imlek juga tidak melulu dengan kemewahan dan suka ria semata.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, kalau pergantian tahun, kita melakukan evaluasi dan introspeksi apa yang sudah kita lakukan dan apa yang belum kita lakukan dan untuk ke depan yang lebih baik lagi,” tukasnya.

Selain itu, dia juga banyak menaruh harapan dan mendoakan keluarganya. Sebagai orangtua, Tjhai Chui Mie tentu memberikan nasihat kepada anak-anak dan mendoakan hal-hal yang baik.

"Secara pribadi, saya berharap keluarga diberi kebahagiaan, kesehatan, kesejahteraan. Dan anak-anak dalam belajar dan bekerja diberi kelancaran. Apa yang dicita-cita bisa tercapai," harapnya. (mrt)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini