nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasien Virus Korona Makin Banyak, Dokter di Wuhan Terpaksa Pakai Popok Dewasa

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 26 Januari 2020 11:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 26 481 2158424 pasien-virus-korona-makin-banyak-dokter-di-wuhan-terpaksa-pakai-popok-dewasa-iOqPAItHA4.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEORANG dokter di Wuhan yang bekerja di pusat wabah virus korona dikabarkan meninggal dunia setelah merawat pasien. Menurut China Global Television Network, dokter tersebut bernama Liang Wudong dan berusia 62 tahun.

Liang adalah seorang spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan (THT) yang khusus menangani pasien positif virus korona. Sejauh ini virus korona Wuhan telah menewaskan 41 orang dan menginfeksi hampir 1.300 warga.

Cepatnya penyebaran kasus ini membuat pemerintah China mengkarantina 12 kota dan setidaknya 33 juta orang. Virus yang bermutasi ini diyakini berasal dari pasar basah di mana ternak dan unggas di jual bersama hewan seperti anjing, kelinci dan musang.

pasar basah di mana ternak dan unggas di jual bersama hewan seperti anjing, kelinci dan musang.

Dokter di Wuhan telah kewalahan dengan jumlah pasien virus korona. Bahkan beberapa dokter yang bertugas harus memakai popok untuk orang dewasa, karena mereka tidak memiliki waktu untuk pergi ke kamar kecil.

Sebagaimana dilansir Insider, Minggu (26/1/2020), Liang yang bekerja di Rumah Sakit Hubei Xinhau memang telah pensiun pada Maret 2019. Tapi ia meninggal dunia pada Sabtu 25 Januari 2019 setelah ikut membantu merawat pasien virus korona. Beberapa ahli percaya virus korona menyebar melalui kelelawar, ular dan menuju manusia.

Setelah mewabah di Wuhan, China, virus mematikan ini mulai menyebar ke setidaknya 10 negara lain seperti Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Vietnam, Singapura, Nepal, Prancis, Australia, Malaysia, dan Amerika Serikat.

Setelah kembali ke China, kabarnya para profesional medis bekerja terlalu keras untuk menghadapi bahaya yang ditimbulkan dari virus korona. The Washington Post mengatakan bahwa seorang dokter berusia 51 tahun yang kelelahan bernama Jiang Jijun telah meninggal dunia di Wuhan.

kabarnya para profesional medis bekerja terlalu keras untuk menghadapi bahaya yang ditimbulkan dari virus korona.

Kemarian Jiang Jijun bukan karena terjangkit virus korona, melainkan karena serangan jantung ketika merawat pasien yang terjangkit. Seorang dokter di Wuhan mengatakan bahwa rumah sakit setempat telah dibanjiri dengan ribuan pasien. Mirisnya tidak ada cukup alat pelindung yang tersedia untuk semua orang yang bekerja.

Saat ini pemerintah China telah mengirim 1.200 lebih profesional medis ke Wuhan untuk memerangi epidemi dan meringankan beban pekerjaan para dokter setempat.

Kementerian Kesehatan China juga telah memerintahkan upaya nasional untuk mengidentidikasi dan segera mengisolasi kasus yang diduga virus korona di kereta api, pesawat terbang dan bus.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini