nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dokter Oz Sebut Penyebaran Virus Korona Sulit Dihentikan

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 26 Januari 2020 22:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 26 481 2158637 dokter-oz-sebut-penyebaran-virus-korona-sulit-dihentikan-kBgnvp8t48.jpg Dr. Oz. (Foto: Shutterstock)

DOKTER Bedah Jantung asal Amerika Serikat, dr. Mehmet Oz bereaksi terhadap kebijakan pemerintah China yang mengarantina pusat wabah virus korona. Menurutnya virus semacan korona sangat sulit untuk ditahan apabila sudah menyebar dari manusia ke manusia.

Dokter Oz mengatakan bahwa mendeteksi gejala virus korona seperti demam, sakit tenggorokan, pilek, batuk dan sakit kepala tidak akan membantu metode karantina. Pasalnya gejala baru akan muncul dalam diri seseorang setelah satu minggu terinfeksi.

“Jika Anda berada di pesawat dan orang di sebelah Anda memiliki virus dan mereka ditarik ke karantina, maka Anda juga akan berjalan menuju karantina,” terang dr. Oz, sebagaimana dilansir dari Fox News, Minggu (26/1/2020).

 Pasalnya gejala baru akan muncul dalam diri seseorang setelah satu minggu terinfeksi.

Lebih lanjut dr. Oz mengatakan bahwa virus tersebut mulai menyebar setelah penduduk setempat mengonsumsi daging yang bersentuhan dengan tikus yang terinfeksi.

Pemerintah China membatasi perjalanan pada dua kota tambahan setelah menyatakan karantina untuk Kota Wuhan yang menjadi sumber virus korona yang mematikan.

Pemerintah China juga menangguhkan transportasi umum menuju lokasi sejak beberapa hari lalu. Langkah itu dilakukan setelah Beijing juga mengumumkan pembatalan acara besar tanpa baras waktu yang ditentukan termasuk untuk tahun baru Imlek.

Pihak berwenang di Huanggang, Provinsi Hubei yang berjarak sekira 50 mil tenggara Wuhan mengatakan layanan bisa dan kereta api untuk sementara di tutup. Selain itu tempat-tempat lain seperti bioskop dan warnet pun ditutup untuk sementara waktu.

Tak hanya di Hubei, layanan kereta api di Ezhou yang merupakan sebuah kota kecil di selatan Huanggang juga ikut dihentikan. Secara keseluruhan diperkirakan 18 juta orang akan terkena dampak dari kebijakan karantina yang dilakukan pemerintah China untuk mengantisipasi penyebaran virus korona yang telah memakan 56 korban jiwa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini