nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Gamelan Pesel dari Pulau Dewata

Senin 27 Januari 2020 20:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 27 406 2159164 mengenal-gamelan-pesel-dari-pulau-dewata-EazQu62IKe.jpg Indahnya Pulau Dewata (Foto: Inst)

Pulau Dewata alias Pulau Bali sejatinya tak hanya memiliki destinasi wisata yang menarik. Pulau tersebut juga melahirkan karya gamelan pesel yang merupakan gamelan yang relatif baru di Bali. Namun rupanya banyak anak muda dan orangtua yang menggemarinya.

Gamelan pesel juga diperkenalkan secara luas pada dunia melalui berbagai platform online oleh periset dan musisi Amerika-Kanada, Jonathan Adams, salah seorang dari pendiri Insitu Record.

 gamelan pesel

Main gamelan pesel (Foto: Arik Wirawan)

"Melodinya sangat indah masih mempertahankan genre musik klasik namun pada saat yang sama melakukan banyak hal baru dan menarik," kata Jonathan.

I wayan Arik Wirawan (Arik), 28 tahun, menciptakan gamelan pesel di akhir masa studinya di ISI Denpasar pada tahun 2013. Ia membentuk kelompok musisi yang juga diberi nama Gamelan Pesel dan memimpin kawan-kawan sepermainannya di Banjar Kehen, Desa Kesiman, Denpasar, Bali untuk untuk menggeluti

"Saya ingin berbeda dari yang lainnya dan saya ingin berinovasi, megambel itu bisa keren, modis, stylist saya ingin mengajak anak-anak muda di Bali untuk mengembangkan kesenian gamelan yang hebat ini," ujarnya.

Seperti dilansir VOa, gamelan pesel (pegulingan dan selonding) menggabungkan konsep gamelan semar pegulingan dan selonding, dimainkan dengan 19 alat musik, antara lain terompong, kendang, gangsa,suling, kecek, kajar, jublag, jegogan, dan gong.

Sebagian besar alat musik gamelan ini dibuat dari besi dan perunggu yang dikerjakan oleh pengrajin besi dan perunggu dari berbagai daerah.

Bersama Gamelan Pesel, Arik Wirawan pada tahun 2017 merekam album pertama 'Nada Hidup' yang memuat komposisi ciptaannya yaitu tabuh: Ayuning, Kerulut, Muda Langen, Lantur, Jangkep, Cakup Lima dan Petegak Bebarongan Uyang Uyang. Judul dan komposisi tabuh karya Arik Wirawan sarat dengan filosofi hubungan manusia dengan sesama dan sang pencipta.

Tabuh Ayuning memaparkan keanggunan, kecantikan, dan aura keramahan yang dipancarkan oleh perempuan Bali yang menarik dan mengundang kekaguman laki-laki. Tabuh Cakup Lima mencerminkan rasa damai yang terpancar dengan mencakupkan tangan baik di ubun-ubun (berdoa) ataupun di dada sebagai bentuk salam.

Meluasnya perkembangan gamelan ini tidak terlepas dari penyebaran dan interaksi anak-anak muda yang juga mempopulerkannya pada media sosial. Pemerhati dan penggiat gamelan pesel telah mengunggah gamelan ini melalui jejaring video dan audio.

Pelatih gamelan dan pemimpin sanggar Sri Wijaya Puri Agung Jrokota Denpasar, Drs. Anak Agung Ngurah Gede Marjaya mengatakan, perkembangan gamelan pesel sangat menggembirakan.

"Masyarakat sudah mulai mencintai dan mempelajari terutama generasi muda, kedepannya pasti akan banyak yang menyukai termasuk juga di kalangan kaum muda perempuan," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini