nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Imlek, Ilmuwan Sebut 65 Juta Orang Berpotensi Terinfeksi Virus Korona Wuhan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 12:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 27 481 2158835 pasca-imlek-ilmuwan-sebut-65-juta-orang-berpotensi-terinfeksi-virus-korona-wuhan-115IBQeQ8A.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JUMLAH orang yang terinfeksi virus korona Wuhan terus bertambah. Ilmuwan Inggris mengatakan bahwa sampai sekarang sudah ada 100.000 jiwa terinfeksi virus 2019-nCoV ini.

Pernyataan itu dikatakan Profesor Neil Ferguson pada The Guardian. Ia menjelaskan, ada 100.000 orang yang terinfeksi virus korona Wuhan, meskipun hanya ada 2.000 kasus yang terkonfirmasi sejauh ini. Jumlah kasus terbanyak ada di Wuhan, China.

"Cepat atau lambat virus akan masuk ke Inggris. Ada banyak turis Tiongkok di seluruh Eropa. Pengendalian masuknya turis Tiongkok menjadi salah satu cara menekan penyebaran, tapi saya tak yakin cara ini bisa dilakukan," katanya.

Pasalnya, banyak turi Tiongkok akan kembali ke China untuk merayakan imlek. Dikhawatirkan, sekembalinya mereka ke Eropa, mereka membawa "oleh-oleh" virus Korona Wuhan.

Dikhawatirkan, sekembalinya mereka ke Eropa, mereka membawa

Di sisi lain, laman Business Insider Singapore menuliskan bahwa bukan 100.000 orang yang terinfeksi, melainkan 65 juta jiwa. Pernyataan ini disampaikan peneliti Amerika bernama Eric Toner.

Ilmuwan dari Johns Hopkins Center for Health Security itu melakukan simulasi pandemi global yang melibatkan virus korona Wuhan.

Ia memaparkan bahwa virus Korona sebelumnya bertanggung jawab atas terjangkitkan sindrom pernapasan akut yang pada di China di awal 2000-an dengan korban jiwa kala itu 774 jiwa dari 8.000 orang yang terinfeksi. "Saya sudah lama memprediksi bahwa virus yang menginfeksi kala itu adalah virus Korona," katanya.

Bahkan, Toner melakukan simulasi hipotesis mengenai kasus ini. Dalam keterangannya, setelah enam bulan dari virus korona ini menyebar pertama kali, akan ada korban di seluruh dunia. Dalam 18 bulan, 65 juta jiwa akan mati karena virus korona Wuhan.

Dalam simulasi, Toner membayangkan virus fiksi yang dia sebut dengan CAPS. Ia melihat apa yang akan terjadi jika pandemi berasal dari peternakan babi Brasil.

 Ia melihat apa yang akan terjadi jika pandemi berasal dari peternakan babi Brasil.

Virus yang dianalisis Toner ternyata akan kebal pada vaksin modern apapun. Virus tersebut pun diketahui lebih mematikan daripada SARS, namun mudah untuk menghancurkan virus tersebut, layaknya membunuh virus flu.

Wabah pun mulai menyebar, dari pedesaan ke perkotaan yang padat penduduk. Petani mulai mengalami gejala menyerupai flu dan pneumonia. Hipotesis Toner pun menjelaskan, penerbangan akan dibatalkan dan pemesanan perjalanan akan turun sebanyak 45%.

Hanya butuh waktu 6 bulan saja akhirnya virus bisa mewabah ke seluruh dunia. Dan karena itu, akan ada 65 juta jiwa yang meninggal karena virus tersebut.

Toner menegaskan bahwa peneliti mesti bergerak cepat untuk menemukan vaksi dari virus ini. Sebab, semakin lambat penciptaan vaksi, semakin banyak korban yang akan berjatuhan. Terlebih, tetap akan ada penerbangan antar negara dan ini menjadi pintu masuk dari penyebaran virus ke seluruh dunia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini