nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengukur Efektivitas Masker untuk Lindungi Diri dari Virus Korona Wuhan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 13:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 27 481 2158868 mengukur-efektivitas-masker-untuk-lindungi-diri-dari-virus-korona-wuhan-ZedoFh4Im7.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK yang mengatakan, cara mudah untuk menghindari Anda dari paparan virus korona Wuhan adalah dengan mengenakan masker. Dengan melakukan ini, setidaknya Anda tidak membiarkan kuman atau virus masuk ke dalam tubuh melalui hidung atau mulut.

Saran ini diberikan hampir seluruh ahli kesehatan. Selain menggunakan masker, Anda juga diminta untuk sering mencuci tangan setelah melakukan aktivitas dan sebelum makan. Tindakan ini juga dilakukan agar virus korona Wuhan tidak masuk ke tubuh lewat mulut.

Tapi, apakah menggunakan masker sudah menjamin Anda terbebas dari paparan virus korona Wuhan?

 Tindakan ini juga dilakukan agar virus korona Wuhan tidak masuk ke tubuh lewat mulut.

Profesor William Schaffner menjelaskan, penggunaan masker masih sulit dibuktikan keampuhannya untuk mencegah orang dari terinfeksi virus korona Wuhan. "Benar-benar tidak ada data yang menjelaskan hal tersebut," katanya seperti dikutip Okezone dari laman NPR, Senin (27/1/2020).

Profesor Divisi Penyakit Menular di University Medical Center itu melanjutkan, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) jenis masker yang biasa masyarakat kenakan itu tidak sepenuhnya melindungi mulut dan hidung. Hal ini karena pemakainya masih bisa kecolokan menghidup udara kotor, bahkan tetesan yang terinfeksi virus pun bisa menyerap.

Profesor di University of Iowa Stanley Perlemen pun setuju dengan pernyataan Schaffner. Peneliti yang juga mempelajari virus korona Wuhan itu menerangkan, masker tidak bisa mencegah sepenuhnya infeksi.

Namun, ada manfaat lain yang bisa didapatkan bagi mereka yang menggunakan masker. Tujuan itu adalah tidak membiarkan seseorang menyentuh mulut dan hidung mereka secara langsung, yang mana kebiasaan itu yang mempercepat masuknya virus ke dalam tubuh.

yang mana kebiasaan itu yang mempercepat masuknya virus ke dalam tubuh.

"Intinya, yang kami pelajari ialah menggunakan masker tidak mencegah sepenuhnya tubuh Anda dari infeksi virus," tambahnya.

Lalu, apakah masker N95 boleh digunakan sehari-hari untuk pencegahan maksimal?

Kita tahu bersama bahwa petugas kesehatan yang menangani kasus virus korona Wuhan ini tidak menggunakan masker biasa, yang warna hijau seperti dokter bedah pakai.

Para petugas kesehatan menggunakan masker N95 dengan tujuan yang lebih maksimal dalam hal pencegahan infeksi virus. "Tapi, kalau dipakai oleh masyarakat umum, keefektifannya belum ada bukti yang mendukung," tegasnya.

Nah, semua ahli kesehatan setuju bahwa cuci tangan adalah cara terbaik. Begitu juga yang dikatakan Schaffner, ada baiknya setiap orang menyuci tangannya dengan air dan sabun setiap kali ingin dan setelah melakukan aktivitas, seperti makan atau sehabis bepergian.

Cuci tangan dengan sabun memberi manfaat menghilangkan partikel-partikel infeksius dari tangan. Lebih lanjut, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merekomendasikan untuk menggosok tangan setidaknya selama 20 detik. Pastikan untuk membersihkan punggung tangan Anda, di antara jari-jari Anda, dan di bawah kuku Anda.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini