Rentan Terserang Infeksi, Orangtua Wajib Penuhi Kebutuhan Nutrisi Balita

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 27 481 2158967 rentan-terserang-infeksi-orangtua-wajib-penuhi-kebutuhan-nutrisi-balita-CybGt7tvyp.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Masa pertumbuhan adalah waktu yang paling berisiko bagi sang buah hati. Anak berusia 1-4 tahun atau biasa disebut toddler (balita) sangat rentan terhadap penyakit yang berasal dari lingkungan luar rumah. Kondisi ini semakin parah ketika sang anak telah memasuki masa prasekolah, oleh sebab itu peran serta orangtua sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya masalah ini.

Dokter Ahli Gizi, Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc menjelaskan toddler atau balita memiliki risiko yang tinggi terhadap infeksi. Jika dibiarkan infeksi tersebut akan menyebar dan menganggu tumbuh kembang sang anak dan berpengaruh kepada tingkat nafsu makan yang berujung pada kurangnya cukup nutrisi bagi tubuh.

“Lingkungan di luar rumah banyak jajanan yang tak menguntungkan bagi anak, salah satunya adalah kuman penyakit. Yang paling sering adalah ISPA dan diare. Infeksi juga akan menyebabkan daya tahan tubuh anak menjadi lemah,” terang dokter Saptawati, saat diwawancarai Okezone dalam acara Fondasi Penting Masa Toddler dan Pra Sekolah di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Anak Makan Sayur

Selain infeksi yang kerap menyerang balita, dr. Saptawati mengatakan faktor nutrisi juga kerap menjadi tantangan pada zaman sekarang. Salah satu masalah yang kerap dialami balita adalah kurangnya vitamin D dalam tubuh. Padahal asupan vitamin D yang dibutuhkan tulang dapat diperoleh secara gratis dan mudah.

“Vitamin D biasanya dikaitkan dengan kesehatan tulang. Tapi pada negara yang seharusnya kaya akan vitamin D gratis (Sinar matahari) seperti Indonesia, The South East Asian Nutrition Surveys (SEANUTS) 2013 menyebut bahwa hanya 5,6 persen toddler yang memiliki cukup vitamin D. Disimpulkan anak jarang terpapar sinar matahari dan dari segi asupan makanan mereka juga kekurangan vitamin D,” lanjutnya.

Lebih lanjut dr. Saptawati mengatakan nutrisi akan memengaruhi saluran cerna yang merupakan organ kekebalan tubuh manusia yang dikontrol oleh makrobiota baik. Apabila gangguan cerna seorang anak mengalami peradangan maka sistem imun pun akan terganggu.

“Infeksi subklinis (infeksi yang belum ada gejalanya tapi sudah menginfeksi) paling sering diterima oleh anak. Peranan prebiotik untuk mencegah infeksi sangatlah penting. Bakteri baik seperti Lactobacillus Acidophilus yang efektif untuk mengobati masalah diare pada anak,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini