nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Strategi Penuhi Kebutuhan Nutrisi Balita dan Pra-Sekolah

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 20:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 27 481 2159129 5-strategi-penuhi-kebutuhan-nutrisi-balita-dan-pra-sekolah-C2UcqzhlLA.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TODDLER atau balita usia 1-4 tahun merupakan masa-masa yang rentan bagi seorang anak. Tentunya sebagai orangtua yang baik Anda harus cermat dalam memenuhi kebutuhan nutrisi terutama ketika sang anak mulai memasuki masa pra sekolah.

Dokter Ahli Gizi, Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc menjelaskan, akan ada banyak risiko seperti infeksi dan kurangnya nutrisi yang bisa menghambat pertumbuhan sang buah hati.

Tapi, orangtua sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir tentang masalah tersebut. Yang dibutuhkan adalah kecermatan dan pengetahuan dari sang orangtua dalam menyediakan makanan sehat sesuai dengan kebutuhan nutrisi sang anak.

Dokter Saptawati pun memberikan lima strategi yang bisa dilakukan oleh para orangtua untuk menjaga kesehatan dan nutrisi buah hatinya.

orangtua dalam menyediakan makanan sehat sesuai dengan kebutuhan nutrisi sang anak.

Baca label makanan dengan cermat

Bacalah label makanan kemasan untuk menghindari adanya kandungan gula tersembunyi, minyak yang terhigronasi dan bahan tambahan pangan lainnya. Pilihlah buah-buahan segar ketimbang jus, gandum utuh dibandingkan produk serealia sarapan bergula.

Bila perlu campur jus buah dengan air, campur yogurt berperasa dengan yogurt murni atau ganti susu cokelat dengan susu yang biasa. Terakhir jaga status hidrasi anak dengan mengonsumsi air tanpa gula seperti jus buah, the tanpa gula, dll.

Sediakan sayur dan buah

Anak-anak membutuhkan asupan buah dan sayur yang bervariasi. Sebaiknya disediakan sesuai anjuran yaitu sekira 3-5 mangkuk porsi makanannya setiap hari utnuk menghindari defisiensi zat besi, vitamin A, iodium, zink, selenium dan berbagai vitamin B.

Jika anak Anda tidak menyukai sayuran, maka bisa mencoba beberapa cara ini:

Sajikan sayuran dengan cara berbeda seperti digoreng, sebagai sup, dicampur dengan buah ataupun disajikan segar dengan dibentuk sebagai karakter yang lucu dan menarik bagi anak.

Kadang dibutuhkan 10 kali atau lebih waktu untuk memperkenalkan sebelum anak dapat menerima sayuran dengan baik. Libatkan anak dalam mempersiapkan makanan yang terbuat dari sayuran.

Ukur porsi hidangan yang sesuai

Anak akan memberikan reaksi ilmiah berupa gesture terhadap hidangan makanan yang disajikan baik rasa maupun kecukupan jumlah sesuai kebutuhannya yang bervariasi di setiap waktu makan.

Beberapa reaksi alamiah tersebut akan terganggu bila:

Porsi makan tidak sesuai kebutuhannya.

Memberikan bahan makanan pabrikan.

Ada restriksi (pembatasan) makanan tertentu.

Menandai makanan tertentu sebagai makanan yang tidak sehat.

Waktu makan yang diburu-buru, terdistraksi atau sambil beraktivitas.

Jadilah role model bagi anak

Anak lebih memberi perhatian pada makanan yang dikonsumsi orangtuanya dibanding dengan yang dianjurkan dengan kata-kata saja. Orangtua bisa memberikan contoh kepada anak dengan menerapkan kebiasaan makan yang sehat.

Lindungi anak dari infeksi

Anak yang status nutrisinya baik dan kebutuhan gizinya terpenuhi lebih tahan terhadap infeksi. Orangtua bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anaknya dengan cara makan makanan beragam dengan gizi seimbang.

Selain itu, bantu penuhi nutrisi dengan makanan/susu fortifikasi yang telah diperkaya vitamin dan mineral. Pasalnya kebutuhan nutrisi anak dua kali lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa.

Strategi lain untuk melindungi anak dari infeksi adalah dengan pemberian probiotik seperti Lactobacillus Acidophilus dan Lactobacillus rhamnosus.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini