Menilik Sejarah Kaligrafi, Tulisan Para Bangsawan China

Adityo Bagas, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 27 612 2158758 menilik-sejarah-kaligrafi-tulisan-para-bangsawan-china-C1DFtxNmlC.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BUDAYA China yang telah berusia ribuan tahun memang memunculkan banyak karya seni. Salah satu karya seni yang cukup terkenal adalah kaligrafi China.

Sejarah tulisan China yang lebih dari 3.000 tahun telah mengembangkan banyak gaya kaligrafi. Tapi, kaligrafi tetap mengandung tiga unsur yang diibaratkan tulang, daging, dan jiwa. Memang, dibutuhkan kemampuan yang sangat ahli dalam memahami tulisan, keindahan, dan makna dari setiap karakter serta kalimat yang dibuat.

Dilansir dari asiasociety.org, kaligrafi yang berarti secara harfiah adalah tulisan yang indah, menjadi bentuk seni dalam banyak budaya yang berbeda di seluruh dunia, tetapi tingkat kaligrafi dalam budaya Tiongkok tidak tertandingi.

Di China, kaligrafi dianggap bukan hanya bentuk seni dekoratif saja, tetapi dipandang sebagai bentuk seni visual tertinggi dan lebih dihargai dari seni lukis. Mereka yang bisa menulis kaligrafi biasanya menempati posisi yang tinggi layaknya bangsawan.

budaya yang berbeda di seluruh dunia, tetapi tingkat kaligrafi dalam budaya Tiongkok tidak tertandingi.

Contoh tulisan China yang masih muncul sejak awal disebut prasasti tulang orakel atau tulang binatang dan cangkang kura-kura yang ada pada kapal perunggu tertua, dan berasal dari Dinasti Shang (sekitar tahun 1100 SM). Raja Shang menggunakan benda-benda tersebut dalam ritual ramalan yang sangat berharga.

Lukisan China seperti di Eropa, adalah bentuk seni visual yang paling dihargai. Bahkan, melukis kaligrafi di China sejak awal telah dianggap seni visual yang sekunder. Selain itu, penulisan kaligrafi China ini memiliki bahan yang sama digunakan sejak abad ke-11 dan ke-12.

Dilihat pada faktor lainnya, kaligrafi dapat berfungsi sebagai media untuk mengekspresikan diri. Teknik kaligrafi pun dikaitkan dengan seni ekspresi, yang dipandang sebagai nilai intrinsik untuk penulisan kaligrafi China.

Tidak heran, jika kaligrafi China memiliki dimensi sosial yang yang sangat penting, dan tidak bisa diabaikan begitu saja secara visualitas.

Para kritikus dan penikmat seni seringkali menyamakan kekuatan ekspresifnya dengan unsur-unsur dunia alami, dengan membandingkan pergerakan pola yang hanya berjalan sementara. Akan tetapi, kaligrafi China sangat melibatkan pada penekanan konfusianisme dalam kehidupan sosial, yang tidak dapat dipisahkan dari penekanan pada cara kerja alam.

 yang tidak dapat dipisahkan dari penekanan pada cara kerja alam.

Meskipun saat ini kaligrafi sering disajikan sebagai kegiatan tradisional, kaligrafi di China hadir dengan berbagai cara modern, yang hingga sampai saat ini masih selalu kerap muncul dan dipajang pada beberapa pameran tentang China modern.

Selain itu, banyak seniman mancanegara terlibat dan mempelajari budaya yang terkait dengan “tulisan indah” selama dua ribu tahun terakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini