nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penelitian Membuktikan, Suami Lebih Bikin Stres ketimbang Anak

Ummu Hani, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 10:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 28 196 2159346 penelitian-membuktikan-suami-lebih-bikin-stres-ketimbang-anak-QyBcXxM3Wj.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MENJADI seorang ibu memang bukan hal yang mudah, apalagi jika tetap bekerja. Bukan hanya karena tekanan di tempat kerja, tapi juga di rumah yang berasal dari anak bahkan dari suami.

Terkadang, ada beberapa permasalahan yang membuat stres karena anak ataupun suami. Percayakah Anda, menurut penelitian, tingkat stres lebih tinggi yang dialami seorang ibu rumah tangga disebabkan oleh para suami? Dilansir dari VT, berikut adalah penjelasannya.

Sebuah survei yang melibatkan lebih dari 7.000 ibu Amerika Serikat (AS) mengungkapkan, rata-rata nilai stres seorang ibu rumah tangga mencapai 8,5 dari 10. Apa yang membuat mereka begitu tertekan? Bagi 46 persen ibu rumah tangga mengatakan, suami adalah sumber stres yang lebih besar daripada anak-anak.

 46 persen ibu rumah tangga mengatakan, suami adalah sumber stres yang lebih besar daripada anak-anak.

Para responden mengeluh, suami lebih seperti anak besar daripada pasangan. Stres pada ibu rumah tangga pada dasarnya berbeda dari stres seorang ayah. Seorang ayah kurang memiliki kepekaan terhadap rasa terhadap anak dan istri.

Tiga perempat dari para ibu rumah tangga, menemukan sebagian besar tugas mengasuh anak jatuh di tangan mereka sehingga memiliki kekhawatiran tidak memiliki cukup waktu dalam sehari untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang perlu dilakukan.

Satu dari lima ibu mengatakan, sumber stres sehari-hari berasal dari kurangnya dukungan dari sang suami. Banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan di rumah membuat mereka tentu merasa lelah, hingga tertekan. Sebab itulah dukungan dari suami adalah hal yang seharusnya diberikan untuk seorang istri.

"Masalahnya bukan pada suami namun pada pernikahan. Pernikahan adalah hubungan yang lebih sulit daripada mengasuh anak," kata Hal Runkel, seorang terapis dan penulis.

Sebab itulah dukungan dari suami adalah hal yang seharusnya diberikan untuk seorang istri.

Oleh karena itu setiap orang yang akan menikah harusnya memiliki komitmen untuk saling membantu dan mendukung supaya mengurangi tingkat stres pada setiap individunya.

Namun di sisi lain survei terhadap 1.500 ayah, mereka merasa lebih berkontribusi dalam membesarkan anak-anak. Mereka hanya menginginkan dukungan verbal seperti kalimat, "Pekerja yang baik," dari istri. Namun terkadang dukungan sekecil itu hampir tidak pernah mereka dapatkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini