nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mau Kembali Jalin Kisah Cinta Setelah Bercerai? Simak 5 Tips Ini

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 20:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 28 196 2159737 mau-kembali-jalin-kisah-cinta-setelah-bercerai-simak-5-tips-ini-wDMvvsfOwP.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KEMBALI sendiri setelah bercerai dari pasangan sebelumnya memang tidak pernah mudah. Terlebih lagi, jika ternyata mereka sudah mempunyai anak.

Menyandang status sebagai orangtua tunggal, di satu sisi mungkin jadi alasan pemicu untuk tidak percaya diri memulai suatu hubungan asmara yang baru. Padahal, walau sudah berstatus sebagai single parents dan sudah pernah bercerai, bukan jadi alasan untuk minder ingin berkencan kembali.

Nah, agar tidak bingung ada baiknya untuk mengetahui cara apa yang harus dilakukan agar bisa berkencan lagi. Menyitat Yourtango, Selasa (28/1/2020) yuk simak ulasan singkat lima tips berkencan untuk para orangtua tunggal setelah bercerai.

single parents dan sudah pernah bercerai, bukan jadi alasan untuk minder ingin berkencan kembali.

Jalin hubungan dengan asmara yang orang yang berpotensi

Dengan sudah memiliki tanggung jawab kepada anak, ayah atau ibu tunggal sebisa mungkin jalin hubungan asmara dengan seseorang yang memang bisa berpotensi jadi role model anak-anak.

Hindari jatuh cinta dengan playboy atau party girl, alih-alih menginvestasikan waktu, tenaga dan perasaan pada hubungan yang sekilas, lebih baik fokus pada hubungan asmara yang konsisten.

Jaga perilaku

Sebagai orangtua, Anda pasti ingin anak Anda bisa menjaga perilakunya dengan baik. Nah, konsep ini harus diterapkan juga pada diri sendiri saat mulai berkencan kembali. Memang sih, yang namanya berkencan itu memunculkan banyak perasaan gembira, gugup, kadang malah di luar batas.

Sebab, memang terasa menggembirakan masuk ke dunia kencan lagi setelah waktu yang lama. Ingat, jangan terburu-buru untuk menjalin hubungan, enjoy your time! Silahkan bersenang-senang tapi jangan lupa untuk tetap bisa menjaga diri dan disiplin.

Silahkan bersenang-senang tapi jangan lupa untuk tetap bisa menjaga diri dan disiplin.

Berikan waktu untuk diri sendiri

Kuncinya adalah manajemen waktu yang baik, usahakan untuk selalu hadir untuk anak meski di akhir pekan. Tapi tentukan juga waktu untuk berkencan. Menjadi orangtua tunggal sangat bergantung pada jadwal untuk menyelesaikan aktivitas sehari-hari.

Jika ingin berkencan di Sabtu malam, jika perlu sewa pengasuh yang terpercaya. Di luar itu, coba luangkan waktu satu jam setiap harinya sebagai ‘me time’, untuk melakukan apapun yang ingin Anda lakukan.

Namun yang pasti, jangan sampai jadwal berkencan Anda malah membuat Anda sebagai orangtua harus membatalkan janji dengan anak. Hal ini dapat membuat anak sakit hati dan merasa seperti prioritas kedua.

Kenalkan pada anak jika sudah serius

Jangan terburu-buru mengenalkan kekasih baru pada anak. Pastikan hubungan asmara yang dibina telah serius dan stabil, sebelum memperkenalkan kekasih baru kepada anak-anak.

Ketika memutuskan jika kekasih dapat menjadi suami atau istri di masa depan, jangan terburu-buru dan gunakan waktu yang ada semaksimal mungkin. Hal ini penting, terutama jika sudah memiliki anak. Disebutkan, pada dasarnya anak-anak itu mudah merasa terikat dan jika dihadapkan dengan terlalu banyak sosok ‘ibu atau ayah baru’ dapat menyebabkan mereka kecewa dan defensif.

banyak sosok ‘ibu atau ayah baru’ dapat menyebabkan mereka kecewa dan defensif.

Periksa teliti

Usahakan ‘calon kekasih’ yang dikenalkan, memang dikenalkan oleh pihak terpercaya. Misalnya dari layanan jasa berkencan yang profesional, atau dari orang terdekat yang terpercaya.

Mengingat Anda sudah memiliki anak, hal ini penting sebagai upaya pengamanan diri dan anak-anak Anda. Periksa dengan teliti latar belakang teman kencan, cari informasi mengenai orang tersebut di dunia maya melalui Google.

Gali informasi sebanyak-banyaknya, sedalam-dalamnya sebelum membiarkan diri jatuh cinta pada orang tersebut. Cek pekerjaannya, periksa linimasa media sosialnya. Namun tetap jaga diri untuk tidak terlalu picky dan menghakimi karakter seseorang.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini