nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Virus Korona, Kemenparekraf Alihkan Promosi Pariwisata ke Daerah Tak Terdampak

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 16:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 28 406 2159594 antisipasi-virus-korona-kemenparekraf-alihkan-promosi-pariwisata-ke-daerah-tak-terdampak-NvESA6GVY6.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone)

Tak hanya dari sisi kesehatan, kasus virus korona Wuhan (nCov) yang telah melanda 16 negara di dunia, secara tidak langsung memengaruhi sektor pariwisata Indonesia. Pasalnya, selama ini wisatawan asal China lah yang menjadi penyumbang terbesar jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Namun setelah kemunculan virus tersebut, sejumlah negara termasuk Indonesia, terpaksa menerapkan kebijakan khusus demi mencegah penularan virus korona Wuhan di Tanah Air.

Menanggapi isu tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah melakukan sejumlah upaya pencegahan. Seperti yang tertera pada surat edaran yang diterima Okezone, Selasa (28/1/2020).

Dalam surat itu, setidaknya ada empat poin penting terkait langkah konkrit yang dilakukan Kemenparekraf dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan virus korona Wuhan.

Pertama, seluruh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota diminta untuk turut serta memantau arus kedatangan wisatawan mancanegara di pintu masuk kedatangan negara, baik darat, laut, maupun udara di daerahnya masing-masing.

Mereka juga diminta untuk berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait, dalam upaya pencegahan dan penanganan terhadap wisatawan jika ada yang terdampak.

Virus Korona Wuhan

Selanjutnya, seluruh asosiasi dan pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif diminta untuk meningkatkan kewaspadaan yang tinggi. Termasuk menyediakan SDM yang tanggap dalam menangani wistawan yang mengalami gejala-gejala virus korona, seperti gangguan saluran pernapasan, pilek, baruk, sakit tenggorokkan, hingga demam tinggi.

Bila menemukan wisatawan dengan ciri tersebut, mereka dapat langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Selain itu, para agen perjalanan wisata diminta untuk memperhatikan situasi dan imbauan pemerintah dalam penjualan paket wisata outbound ke China serta inbound China ke Indonesia. Kegiatan promosi dan pemasaran wisata pun harus dialihkan ke daerah-daerah yang tidak terdampak virus korona Wuhan.

Saat ini, Kemenparekraf juga terus melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait, serta berharap keadaan segera pulih dan wabah dapat ditangani sesigap mungkin.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini