nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Cara Kota Singkawang Amankan Festival Cap Go Meh dari Ancaman Virus Korona Wuhan

Ade Putra, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 17:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 28 406 2159634 begini-cara-kota-singkawang-amankan-festival-cap-go-meh-dari-ancaman-virus-korona-wuhan-CCov5Jr3Oe.jpg Festival Cap Go Meh (Foto: Ade Putra/ Okezone)

Pemerintah Kalimantan Barat memastikan perhelatan Festival Cap Go Meh (CGM) 2020 akan berjalan dengan lancar.

Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, Festival Cap Go Meh 2020 dipastikan kembali sukses menarik perhatian wisatawan yang berkunjung ke Singkawang.

 Festival Cap Go Meh

Tahun 2019 saja, tercatat ada 76.964 wisatawan baik dalam maupun luar negeri yang datang ke Singkawang untuk menyaksikan Festival Cap Go Meh. Jumlah itu meningkat dari 2018 yang hanya sekitar 70.000 wisatawan.

Sebagian besar turis atau wisatawan mancanegara yang berkunjung berasal dari Taiwan, Singapura, Australia, Malaysia, Hongkong, Macau, Thailand, dan Filipina. Bahkan ada yang dari China. Tahun ini pun diprediksi sama bakal ramai diserbu wisatawan.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, dari data yang diterimanya, sampai saat ini kamar-kamar hotel dan homestay sudah full booking untuk beberapa hari sebelum dan setelah Festival Cap Go Meh. Dari data yang ada, di Singkawang tak kurang dari 50 hotel dan homestay.

"Kita belum mendeteksi (jumlah kunjungan wisatawan). Yang jelas, kunjungan (booking) ke hotel dan homestay yang ada di Kota Singkawang sudah penuh saat ini," ungkapnya kepada Okezone.

Lalu terkait merebaknya wabah virus korona Wuhan, dan masuknya turis China ke Singkawang, Tjhai Chui Mie menjelaskan, "Terkait virus korona Wuhan itu, kami yakin dan percaya dengan petugas Imigrasi. Saat (turis China) masuk sudah diantispasi dengan pengecekan oleh sejumlah pihak. Kalau terdeteksi virus tentu dia tidak boleh masuk ke Indonesia," jelasnya.

Tjhai Chui Mie menegaskan, jangan sampai ada yang membawa virus korona Wuhan ke Indonesia. Khususnya ke Kota Singkawang.

"Terutama Dinas Kesehatan sudah kami imbau dan antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dari bahayanya virus korona ini," katanya.

Kalimantan Barat termasuk salah satu provinsi di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara asing. Yaitu dengan Negara Bagian Sarawak, Malaysia. Di negeri Jiran ini, sudah ada kasus virus korona.

Sebagai bentuk antisipasi, pintu-pintu perbatasan darat, laut dan udara di Kalbar sudah dijaga ketat. Di Bandara Internasional Supadio Pontianak contohnya. Pihak otoritas bandara sudah melakukan upaya deteksi dini dengan memasang sejumlah peralatan deteksi.

 Festival Cap Go Meh

“Kita telah koordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan. Disepakati akan memasang alat penyaring udara di Bandara Supadio,” tutur Kepala Divisi Operasional PT Angkasa Pura II Bandara Intenasional Supadio Pontianak, Nuril Huda.

Alat penyaring tersebut berfungsi mendeteksi penumpang yang terdeteksi terkena virus korona. Selain itu, juga dipasang thermoscanner untuk memeriksa suhu tubuh yang dipasang di tiap-tiap pintu kedatangan untuk mengantisipasi virus tersebut.

Ditambah dengan pemeriksaan manual yang akan diberlakukan untuk kedatangan penumpang Internasional. Kemudian menyiapkan ruang isolasi yang diperuntukkan bagi penumpang yang teridentifikasi virus korona.

Hingga saat ini, Nuril mengatakan, intensitas penumpang Internasional dari Kuala Lumpur dan Kuching di Bandara Internasional Supadio Pontianak masih berjalan normal. Petugas juga belum menemukan adanya penumpang yang terdeteksi terkena virus korona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini