nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Korona Wuhan Sudah Ada Sebelum Terdeteksi di Pasar Seafood Wuhan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 17:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 28 481 2159614 virus-korona-wuhan-sudah-ada-sebelum-terdeteksi-di-pasar-seafood-wuhan-XxBblTqdXg.jpg Pasar Seafood Wuhan (Foto: Science Mag)

Seorang spesialis penyakit menular di Universitas Georgetown, Amerika Serikat, Daniel Lucey mengatakan, Pasar Seafood Huanan, Wuhan bukan sumber utama penyebaran virus korona Wuhan.

Menurutnya, virus korona Wuhan sudah ada sebelum akhirnya terdeteksi di Pasar Seafood Huanan, Wuhan yang akhirnya ditutup pada 1 Januari 2020.

Publik diberitahu bahwa virus korona Wuhan itu sumber awalnya adalah Pasar Seafood Huanan. Namun, sampai sekarang pun belum diketahui dengan pasti dari mana virus itu berasal.

Pasar Seafood 

Meski begitu, beberapa informasi menjelaskan bahwa virus berasal dari kelelawar, ada juga yang bilang dari ular.

Tidak ingin mendapat jawaban tidak pasti, seorang ahli biologi evolusi di Scripps Research Institute, Kristian Andersen, meneliti sendiri virus dengan nama ilmiah noval corovirus (2019-nCoV).

Ia mencoba mengurutkan dari mana sumber ini pertama kali datang dan ia yakin memang bukan dari pasar seafood tersebut.

Hal ini berdasar dari pemberitaan kasus pertama kali yang dikatakan di sana terjadi pada 1 Desember 2019. Informasi ini berasal dari pemberitaan utama jurnal medis Lancet.

"Menurut saya, ada skenario di mana seseorang yang terinfeksi di luar pasar kemudian membawanya ke pasar. Ini adalah salah satu dari tiga skenario yang kami anggap masih konsisten dengan data yang kami miliki," kata Andersen.

"Ini sepenuhnya masuk akal mengingat data dan pengetahuan kita saat ini. Dua skenario lainnya adalah asal usul virus korona Wuhan ini adalah sekelompok hewan yang terinfeksi atau satu hewan tunggal yang masuk ke pasar tersebut," terang Andersen.

Andersen memposting analisisnya atas 27 genom 2019-nCoV pada 25 Januari di situs web penelitian virologi. Dalam keterangannya, diketahui bahwa genom tersebut memiliki sumber yang sama yang telah ditemukan sebelumnya pada 1 Oktober 2019.

Di sisi lain Bin Cao dari Capital Medical University yang juga merupakan penulis koresponden artikel The Lancet dan spesialis paru, menulis dalam email ke ScienceInsider bahwa ia dan rekan penulisnya menghargai kritik ini

"Sekarang tampak jelas bahwa pasar makanan laut bukan satu-satunya asal virus. Tapi jujur saja, kita masih tidak tahu dari mana virus itu berasal sekarang," katanya seperti dikutip dari Science Mag.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini