Korban Virus Korona Wuhan Australia Terus Bertambah, Banyak yang Anggap Kena Flu

Selasa 28 Januari 2020 18:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 481 2159663 korban-virus-korona-wuhan-australia-terus-bertambah-banyak-yang-anggap-kena-flu-qWY1WfABWv.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JUMLAH mereka yang terinfeksi virus Korona Wuhan (corona Virus/2019-nCov) terus bertambah setiap harinya. Saat ini, sudah 106 orang telah meninggal akibat wabah virus korona baru, dengan sedikitnya 4.239 orang positif terinfeksi.

Bukan hanya di China, jumlah orang yang dipastikan terjangkit virus corona di Australia juga terus bertambah. Para pakar kesehatan mencoba untuk lebih memahami bagaimana virus ini menyebar dan dampak bagi warga lainnya.

Pakar dokter menular, Professor John McBride dari James Cook University di Queensland mengatakan, saat terjangkit virus corona, orang akan merasakan mulai dari "sedikit sakit" sampai "sangat sakit".

Menurutnya, ada tingkat seberapa parah sakit mereka, berdasarkan pengamatan terhadap warga China yang dinyatakan sudah sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit hingga yang meninggal.

"Mulai dari yang merasa sakit sampai yang harus masuk unit perawatan intensif," kata Professor McBride seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Virus korona wuhan

Kepala petugas kesehatan di New South Wales, Kerry Chant, mengatakan banyak warga yang terjangkit virus mematikan itu merasa seperti terkena flu.

"Jadi mungkin mengalami demam, sakit tenggorokan dan merasa tidak enak badan," kata Dr Chant.

"Dalam beberapa kasus, mereka mengalami sesak napas, kelelahan, dan lesu," tambah dia.

Pasalnya, para ahli memastikan belum ada antivirus untuk virus korona. Antibiotik tak akan mampu menghalau infeksi virus tersebut.

Angka-angka digital NHS (National Health Service) menunjukkan angka-angka berada pada titik tertinggi sepanjang masa. Para ahli memperingatkan bahwa korona menimbulkan ancaman terhadap kemanusiaan yang sama seriusnya dengan perubahan iklim.

Angka-angka menunjukkan bahwa antara 2014 dan 2015 ada 64.293 kasus pasien yang didiagnosis dengan bug resisten. Ini telah meningkat dari tahun ke tahun, mencapai rekor 90.173 tahun lalu.

Hampir 3.000 orang terbunuh setiap tahun oleh korona, termasuk E. coli (inset) dan infeksi aliran darah Kleb-siella pneumoniae.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini