Pasien Virus Korona Wuhan di Australia Hanya Diberi Obat Flu

Selasa 28 Januari 2020 19:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 481 2159679 pasien-virus-korona-wuhan-di-australia-hanya-diberi-obat-flu-yCTAwuHtE3.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERSEBARAN virus Korona Wuhan (corona virus/2019-nCov) memang cukup masif. Bahkan, virus korona Wuhan tersebut sudah mencapai Australia.

Hingga saat ini sudah ada lima orang yang terpapar virus corona di Australia, empat di antaranya di negara bagian New South Wales dengan ibukota Sydney.

Pakar dokter menular, Professor John McBride dari James Cook University di Queensland mengatakan, sejauh ini warga Australia yang sakit menunjukkan gejala ringan dan tidak ada yang dirawat intensif.

empat di antaranya di negara bagian New South Wales dengan ibukota Sydney.

Menurutnya, belum ada pengobatan yang efektif untuk menangani virus corona, tapi pasien bisa diberi pengobatan lainnya.

"Jika anda menderita flu, kami akan mempertimbangkan untuk memberikan Tamiflu atau jika terinfeksi karena bakteri, kita akan menanganinya," kata Dr Chant seperti dilansir dari BBC Indonesia.

Lantas, siapa yang paling beresiko tertular?

Profesor McBride mengatakan dampak virus korona akan lebih fatal jika menjangkit mereka yang sudah memiliki penyakit pernafasan sebelumnya, seperti sesak.

"Informasi dari China menunjukkan pasien yang memiliki masalah pernapasan, merasakan dampak lebih buruk," katanya.

emiliki masalah pernapasan, merasakan dampak lebih buruk,

Tapi ada kabar baik, sejauh ini tingkat kematian akibat virus korona cukup rendah. Profesor McBride mengatakan, tingkat kematian akibat virus yang dilaporkan sekitar 5 persen, bahkan kurang dari itu.

Berbeda dengan SARS, sindrom pernafasan akut yang parah, yang pertama kali dilaporkan mewabah di kawasan Asia tahun 2003 lalu.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, atau WHO, lebih dari 8.000 orang sakit akibat SARS dengan 774 orang di antaranya meninggal. Jumlah ini sekitar 9,6 persen dari pasien SARS.

Oleh karena itu, Profesor McBride mengatakan terlalu dini untuk berspekulasi pasien mana yang berisiko meninggal.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini