nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkes Terawan Ajak Istri Gubernur dan Bupati Jadi Duta Parenting Berantas Stunting

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 20:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 28 481 2159711 menkes-terawan-ajak-istri-gubernur-dan-bupati-jadi-duta-parenting-berantas-stunting-mvHKyRZQsn.jpeg Menkes Terawan (Foto : Dimas/Okezone)

Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah dalam menangani permasalahan gizi pada anak. Data terakhir yang dikeluarkan Riskesdas, disebutkan bahwa prevalensi stunting balita mengalami penurunan dari 30,8% tahun 2018 (Riskesdas 2018) menjadi 27,67% tahun 2019.

Pencapaian ini diperoleh semasa kepemimpinan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Namun, masyarakat Indonesia belum dapat berbangga hati. Pasalnya, bila merujuk pada standar WHO, batas maksimal angka stunting adalah 20% atau seperlima dari jumlah total anak balita.

Kini, di masa kepemimpinan Menkes Terawan Agus Putranto, isu gizi dan stunting masih menjadi perhatian utama demi menyiapkan SDM yang unggul demi menyongsong program Indonesia Maju 2045 mendatang.

Bahkan, dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional 2020, Terawan mengatakan sudah melakukan sejumlah upaya untuk menanggulangi kasus stunting di Indonesia. Salah satunya memetakan daerah yang membutuhkan penanganan khusus.

"Daerah-daerah yang kita petakan itu membutuhkan penanganan khusus oleh ibu-ibu penggerak PKK, dan nantinya mereka menjadi duta-duta kita. Terutama yang hadir di sini ada duta parenting dari Maluku," ujar Menkes Terawan, dalam acara Hari Gizi Nasional di Lapangan Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Selasa (28/1/2020).

Menkes Terawan

Terawan tidak menampik bahwa salah satu penyebab tingginya angka stunting di Indonesia berkaitan erat dengan keadaan sosial ekonomi masyarakat. Selain itu, minimnya informasi dan edukasi yang diterima masyarakat juga diklaim memengaruhi jumlah kasus stunting di Tanah Air.

"Masalah edukasi ini penting. Banyak yang punya ikan, tapi yang dimakan yang lain. Itulah perlunya edukasi yang dilakukan ibu-ibu penggerak PKK," tegas Menkes Terawan.

Menkes Terawan berharap agar ke depannya para istri gubernur maupun bupati turut ikut andil menjadi duta-duta parenting untuk mengentaskan permasalahan gizi ini.

"Pesan saya yang utama untuk menyiapkan SDM unggul dan juga Indonesia maju di tahun 2045. Maka dimulai dari remaja sekarang ini harus mendapat asupan gizi yang optimal. Dengan gizi optimal akan mengangkat derajat remaja menjadi generasi milenial yang akan menyiapkan generasi SDM unggul," tandasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini