nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Orang Muda dan Sehat Tak Jaminan Kebal Virus Korona Wuhan

Selasa 28 Januari 2020 21:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 28 481 2159745 orang-muda-dan-sehat-tak-jaminan-kebal-virus-korona-wuhan-XILRiGlCIW.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

WABAH virus Korona Wuhan (Corona virus/2019-nCov) meluas di saat China merayakan Tahun Baru Imlek. Akhirnya, pemerintah China pun mengisolasi seluruh kota tersebut.

Seiring dengan bertambahnya kasus infeksi virus korona, isolasi tidak lagi dilakukan di Kota Wuhan, melainkan di kota-kota lain di Provinsi Hubei, yang menjadi pusat wabah, dalam upaya menghentikan penyebaran penyakit mematikan itu.

Di China, otoritas kesehatan memusatkan perhatian mereka kepada warga di provinsi Hubei di Cina, termasuk kota Wuhan, tempat di mana wabah virus Korona berasal. Mereka yang berada di kota tersebut telah dihimbau untuk tidak bepergian, ke luar kota bahkan ke luar negeri, dengan sejumlah transportasi umum yang dibatasi.

dengan sejumlah transportasi umum yang dibatasi.

"Dari pengamatan dini di Wuhan, sepertinya lebih mungkin terjadi pada warga yang lebih tua, dengan gangguan kesehatan, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi," kata Pakar dokter menular, Professor John McBride dari James Cook University di Queensland seperti dilansir dari BBC Indonesia.

Tetapi warga yang sehat juga tetap dapat tertular virus dari orang lain yang memilikinya. "Orang yang lebih muda, sehat tanpa masalah kesehatan juga terpapar virus ini," katanya.

Adapun usia rata-rata mereka yang terjangkit virus adalah 57 tahun. Para pakar kesehatan mengatakan gejala virus korona sangat mirip dengan flu, seperti yang sedang menjangkit di Australia saat ini, sehingga membuat upaya diagnosis lebih rumit.

Profesor McBride menambahkan, dampak virus korona bisa lebih fatal jika menjangkit mereka yang sudah memiliki penyakit pernafasan sebelumnya, seperti sesak.

Meski demikian, dia melihat tingkat kematian akibat virus korona masih cukup rendah, berbeda dengan SARS, sindrom pernafasan akut yang parah, yang pertama kali dilaporkan mewabah di kawasan Asia tahun 2003 lalu.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, atau WHO, lebih dari 8.000 orang sakit akibat SARS dengan 774 orang di antaranya meninggal. Jumlah ini sekitar 9,6 persen dari pasien SARS.

Oleh karena itu, Profesor McBride mengatakan terlalu dini untuk berspekulasi pasien mana yang berisiko meninggal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini