Makin Sadar soal Keaslian, Peminat Tas Branded Pre-Loved Semakin Meningkat

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 29 194 2160279 makin-sadar-soal-keaslian-peminat-tas-branded-pre-loved-semakin-meningkat-oK1kmxq2CN.jpg Tas branded (Foto: Pradita Ananda/ Okezone)

Perempuan mana yang tidak merasa senang jika bisa memiliki tas branded cantik impian keluaran rumah mode dunia seperti Hermes, Dior, Gucci, Chanel, Louis Vuitton, Prada, Kate Spade, Coach dan masih banyak lagi yang lainnya?

Tapi pada kenyataannya, tidak semua perempuan mampu secara finansial untuk membeli tas branded tersebut. Sebab memang, tas-tas branded tersebut tidak dibanderol dengan sembarangan harga.

 tas branded

Tas branded berukuran mini saja bisa bisa dibanderol seharga puluhan juta, belum lagi tas-tas branded edisi khusus contohnya Hermes Birkin, yang harganya mencapai ratusan juta rupiah.

Ingin memiliki tas branded namun belum mampu secara finansial inilah yang akhirnya membuat banyak perempuan, memilih tas dengan model dan merek yang sama namun palsu alias kw.

Tapi kini, dengan sudah cukup banyaknya bazar-bazar tas branded pre-loved. Bisa menjadi solusi atas kebutuhan para pencinta tas-tas branded, namun dengan budget yang lebih terbatas.

Hingga tak heran, sebagaimana diakui Marissa Tumbuan, pendiri bazar barang branded pre-loved, Irresistible Bazaar, dinamika minat masyarakat terhadap barang branded khususnya tas pre-loved semakin meningkat.

“Peminat selalu ada, dan kalau aku bilang selalu bertambah,” ujar Marissa saat dijumpai Rabu (29/1/2020) di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan.

Terlepas dari faktor sebagai solusi atas budget setiap pribadi yang terbatas. Semakin meningkatnya minat akan tas branded pre-loved ini, di sisi lain juga dipicu oleh faktor seiring berjalannya waktu masyarakat khususnya pengguna dan pencinta handbag semakin menyadari akan pentingnya keaslian suatu barang.

Etos belanja para pencinta barang branded, ditambahkan Marissa sekarang telah mengalami pergeseran. Jika dulu mungkin banyak orang yang terlalu memaksakan diri untuk memiliki tas branded keluaran satu rumah mode mewah, tapi sekarang masyarakat lebih memilih tas branded keluaran rumah mode lain yang harganya lebih terjangkau dan cocok dengan budget yang ada.

“Orang sekarang lebih sadar diri terhadap barang otentik, jadi bukan menjadi sesuatu hal yang dipakai biar terlihat keren tapi membohongi diri karena pakai yang palsu. Contohnya, dulu statusnya bersenter terhadap Hermes jadi banyak pemaksaan diri. Kalau sekarang dari rumah mode lain, masing-masing bisa tampil dengan kemampuan budget sendiri-sendiri. Mending punya cuma satu tapi asli,” pungkasnya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini