nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Hanya Atur Pola Makan, Ini yang Harus Diperhatikan saat Jalani Diet

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 19:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 29 481 2160291 tak-hanya-atur-pola-makan-ini-yang-harus-diperhatikan-saat-jalani-diet-6dW9u3sse4.jpg Ilustrasi (Foto: Pexels)

MEMULAI hidup sehat untuk menurunkan berat badan (diet) dengan mengatur pola makan dan berolahraga secara teratur tentu tidaklah mudah. Diperlukan sikap disiplin dan motivasi yang kuat agar bisa menjalankan kebiasaan ini dengan baik dan lancar.

Salah satu cara diet yang terkenal dapat menurunkan berat badan yakni diet keto. Seperti yang dilansir dari berbagai sumber, diet keto adalah diet yang dilakukan dengan cara menerapkan pola makan rendah karbohidrat dan tinggi lemak.

Namun diet keto ini masih tergolong kontroversial, karena bila tidak dilakukan dengan tepat, mungkin saja bereksiko pada kesehatan. Demi mencapai manfaat penurunan berat badan yang cepat dari diet keto, sebaiknya ketahui dulu berbagai hal tentang diet keto termasuk cara menjalani dan risikonya.

Dengan informasi yang cukup mengenai diet keto, Anda juga akan mampu memahami serta memperhitungkan apakah diet jenis ini sesuai dengan kondisi tubuh dan kemampuan fisik Anda.

Tujuan konsumsi lemak dalam jumlah yang tinggi pada diet keto adalah agar tubuh mencapai kondisi ketosis. Dalam kondisi tersebut, tubuh akan membakar lemak sebagai sumber energi utama. Lemak juga akan diubah menjadi keton pada hati, sehingga memberi suplai energi untuk otak.

Buat Anda yang tertarik melakukan diet keto, Anda harus rela untuk mengurangi konsumsi karbohidrat setiap hari dalam jumlah yang cukup besar. Diet keto standar (standard ketogenic diet) yaitu dengan pola makan berupa 75% konsumsi lemak, 20% konsumsi protein, dan 5% konsumsi karbohidrat.

Sementara diet keto tinggi protein (high-protein ketogenic diet) memiliki porsi konsumsi protein lebih banyak. Pola makan yang diterapkan adalah 60% lemak, 5% karbohidrat, 35% protein. Selain itu, ada pula diet keto jenis lain yang lebih umum dilakukan oleh atlet atau binaragawan yaitu cyclical ketogenic diet (CKD) dan targeted ketogenic diet.

Makanan yang dianjurkan dalam diet keto yakni telur yang mengandung omega 3, keju, alpukat, serta daging merah. Protein tinggi bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi daging merah. Daging merah disini Anda dapat mengonsumsi daging sapi Australia karena tidak membuat gemuk.

Banyak orang yang ragu mengonsumsi daging sapi karena takut gemuk. Faktanya, dengan takaran yang tepat, daging sapi tidak menyebabkan kegemukan. Selain itu, sapi Australia sudah disahkan bebas dari penyakit hewan seperti Bovia Spongiform Encephalopathy (BSE / Sapi Gila) oleh World Organisation for Animal Health.

Untuk menjamin keamanan pangan, industri peternakan sapi di Australia menerapkan sistem teknologi pelacakan dengan cara pemasangan chip di setiap telinga sapi untuk menelusuri pergerakan dan asal usul ternak, sehingga semua daging sapi impor Australia dipastikan berintegritas tinggi dan aman untuk dikonsumsi.

Diet keto dianjurkan untuk dilakukan dalam jangka pendek (mulai dari 2-3 minggu, hingga batas maksimal 6-12 bulan) sebatas untuk mengurangi lemak tubuh dan memperbaiki kesehatan, untuk selanjutnya diikuti dengan pola hidup sehat. Hal tersebut adalah demi menghindari risiko gangguan kesehatan yang mungkin terjadi jika diet keto dilakukan dalam jangka panjang.

Pertimbangkan berbagai manfaat dan risiko diet keto, sebelum menjalaninya. Jangan sekadar hanya tergiur dengan manfaat penurunan berat badan yang cepat, sebab ada risiko ketoasidosis yang berbahaya.

Pada dasarnya diet apa pun yang dilakukan, tidak akan selalu memberikan hasil yang sama pada tiap orang. Sehingga menyesuaikan jenis diet dengan kondisi, kebutuhan dan kemampuan tubuh sangatlah dianjurkan. Bila perlu, konsultasikanlah dengan dokter atau ahli gizi, sebelum menjalani diet keto. (adv)

(wil)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini