Efektifkah Minum Jamu untuk Cegah Kanker?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 298 2160808 efektifkah-minum-jamu-untuk-cegah-kanker-i8zUVFK6Im.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KANKER memang menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh masyarakat Indonesia. Bukan tanpa alasan. Menilik data yang dikeluarkan Globocan pada tahun 2018 lalu, setidaknya terdapat 18,1 juta kasus baru dengan angka kematian sebesar 9,6 juta kematian.

Untuk mencegah kanker, para ahli medis selalu mengimbau masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat hingga menjaga imunitas agar tubuh tetap prima dan terhindar dari serangan virus maupun bakteri penyakit.

Belakangan, jamu digadang-gadang menjadi salah satu alternatif terbaik untuk mencegah kanker. Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan RI Dr dr Ina Rosalina, SpA(K), M Kes, MHKes.

"Jamu itu sebenarnya lebih ke arah pencegahan, atau upaya promotif preventif. Karena, jamu dapat membuat daya tahan tubuh kuat, sehingga membuat tubuh mampu melawan virus dan tidak mudah sakit," tuturnya dalam acara Temu Media di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020).

hanya mampu membantu mencegah atau menurunkan risiko kanker, bukan sebagai pengobatan.

Kendati demikian, Ida menegaskan bahwa minuman tradisional ini hanya mampu membantu mencegah atau menurunkan risiko kanker, bukan sebagai pengobatan.

Bagi pasien yang telah didiagnosis kanker, jamu tetap bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan stamina, terutama bagi mereka yang tengah menjalani terapi pengobatan kanker seperti kemoterapi.

"Peran pemanfaatan jamu ada di dalam upaya paliatif untuk pasien kanker. Di antaranya meningkatkan daya tahan tubuh, hingga mengurangi mual dari efek pengobatan sebelumnya," tutur dia.

Hal senada juga dipaparkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono. Ia mengatakan, satu-satunya cara untuk mencegah kanker dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Gaya hidup sehat, menurut Anung, bisa dimulai dari mengonsumsi makanan yang seimbang, rutin olahraga, mengelola stres, tidak minum minuman beralkohol dan tidak merokok.

"Karena faktor risiko sudah sangat konkret, merokok salah satunya di samping faktor-faktor lain. Dalam pengertian, gaya hidup sehat telah menjadi satu kesatuan sebagai upaya pencegahan atau promotif dan preventif," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini