Jangan Sepelekan Variasi Gejala Virus Korona, Yuk Kenali

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 481 2160595 jangan-sepelekan-variasi-gejala-virus-korona-yuk-kenali-3aqLiqs8vA.jpg Ilustrasi. (Foto: Heru/Okezone)

WABAH virus korona Wuhan (Coronavirus/2019-nCoV) telah menyebar ke berbagai negara di luar China. Anda harus tahu gejala virus korona yang harus diwaspadai.

Saat ini virus korona Wuhan telah teridentifikasi di Australia, Malaysia, Kamboja, Kanada, Jerman, Prancis, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Sri Lanka, Amerika Serikat (AS) hingga menuju Vietnam. Meski tidak sampai ke Indonesia, namun masyarakat diimbau agar bisa lebih mawas diri terhadap kondisi kesehatannya.

ilustrasi

Konsultan Pulmonologi FKUI-RSCM, Dr dr Cleoplas Martin Rumende, SpPD, K-P, FINASIM, FCCP, mengatakan, virus korona tersebut sudah teridentifikasi sejak lama yakni sekira 1960-an. Hanya saja virus korona yang mewabah di Wuhan telah mengalami mutasi pada lapisan protein dan selubung.

“Virus sifatnya bisa bermutasi tapi bukan 100 persen baru. Pemeriksaan nCoV hanya bisa ditentukan oleh Litbangkes (Badan Penlitian dan Pengembangan Kesehatan). Jadi jangan tertukar antara coronavirus dan nCoV,” terang Dokter Martin saat diwawancarai Okezone baru-baru ini.

Gejala virus korona, sambung Dokter Martin, sangat bervariasi. Mulai dari ringan sampai berat dapat dialami pasien. Namun umumnya pasien lebih banyak yang mengalami gejala ringan.

Lebih lanjut, Dokter Martin mengatakan, gejala virus korona adalah batuk dan pilek. Terutama bagi seseorang yang habis bepergian ke daerah yang terjangkit, seperti di China.

Di sisi lain, untuk menentukan seseorang terserang virus korona dengan melakukan observasi. Masyarakat Indonesia yang tidak bepergian ke negara terjangkit, namun mengalami flu, bisa dipastikan tidak terkena virus korona.

“Gejala virus korona seperti batuk, pilek, demam dan sakit tenggorokan. Pasien dengan infeksi akut atau berat akan timbul keluhan seperti sesak, batuk, demam dan ngos-ngosan,” ungkap Dokter Martin.

Gejala dari penyakit tersebut umumnya ringan dan tidak menimbulkan komplikasi. Namun lain ceritanya, jika virus ini berhasil menyebar menuju saluran pernapasan bawah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini