Alkohol dan Air Panas Ternyata Bisa Bunuh Virus Korona

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 30 481 2160805 alkohol-dan-air-panas-ternyata-bisa-bunuh-virus-korona-sfe1rq57Xb.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ANGKA penderita virus Korona (corona virus/2019-nCov) semakin bertambah setiap harinya. Jumlah korban meninggal akibat virus ini pun juga mengalami peningkatan.

Sampai saat ini, belum ada obat untuk mengatasi virus tersebut. Oleh karena itu, satu-satu cara untuk meminimalisir peredarannya adalah dengan melakukan tindakan pencegahan.

Menurut dr R Fera Ibrahim, MSc, SpMK(K), PhD ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membersihkan dan melakukan desinfeksi sehingga virus tersebut mati. Memang, selain lewat udara virus Korona bisa menempel di berbagai peralatan.

Oleh karena itu, dia pun menyarankan untuk memanaskan peralatan makan bahkan pakaian yang diduga terkena virus selama 20 menit di air mendidih. Pasalnya, virus korona baru bisa mati jika terkena panas di atas 56 derajat celcius selama 30 menit.

virus korona baru bisa mati jika terkena panas di atas 56 derajat celcius selama 30 menit.

"Sterilisasi alat yang memerlukan perendaman, dipanaskan 100 derajat celsius digunakan untuk peralatan kecil, mainan tertentu, botol bayi dan lainnya," jelas dia dalam seminar Wabah CORONAVIRUS: Status Trakhir di Indonesia di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Kamis (30/1/2020).

Selain dipanaskan, ada cara lain yang dapat dilakukan yakni merendam di ether, alkohol 75 persen, chlorine-disinfectant, peroxyacticacid dan chloroform. Sementara chlorhexidine tidak efektif dalam inaktivasi virus. "Penggunaan alkohol 75 persen dapat digunakan untuk kulit," tambah dia.

Dia melanjutkan sinar ultraviolet alamiah, udara bersih dan pertukaran ventilasi juga harus dilakukan untuk mencegah virus berkembang biak.

Sekadar informasi, setelah muncul pada awal Desember silam, otoritas kesehatan Cina mengumumkan sudah ada 7.711 kasus infeksi. Sebagian besar kasus tersebut terpantau di Provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran wabah.

Sebagian besar kasus tersebut terpantau di Provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran wabah.

Banyak dugaan penyebab utama virus ini, seperti berasal dari kelelawar atau ular, meskipun belum ada peneliti yang mengonfirmasi hal ini.

Yang membuat virus ini begitu diwaspadai adalah karena virus hanya menunjukkan gejala seperti flu pada banyak orang, siapa pun dapat menyebarkannya ke orang lain jauh sebelum petugas kesehatan tahu mengenai virus ini.

Sebelum menjadi virus korona Wuhan, virus Korona yang bermutasi pun berubah menjadi tiga jenis di antaranya adalah Severe Acute Respiratory Syndrom (SARS), Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan kasus yang beberapa waktu lalu menimpa China, Wuhan Coronavirus atau sebutan lain nCov.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini