Menimbang Manfaat Left Group Keluarga di WhatsApp

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 196 2161112 menimbang-manfaat-left-group-keluarga-di-whatsapp-2Z33koEuT5.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERNAH mendapat kabar hoax dari grup WhatsApp keluarga? Jika pernah, biasanya apa yang kamu lakukan? Terlebih jika menyebar berita tersebut adalah orangtua kita sendiri.

Ya, pasti kita punya grup keluarga di WhatsApp, dan hal-hal ini pun membuat perselisihan pandangan. Terkadang, ada anggota keluarga yang mau diberi penjelasan, tapi tidak jarang yang memilih keras kepala karena merasa lebih tua.

Psikolog Ade Iva Wicaksono menjelaskan, perbedaan dalam keluarga itu hal wajar. Sebab, akan selalu ada 'jurang pemisah' antar-generasi dan karena itu keluarga harus bisa menemukan titik temunya.

Menurut dia, setiap keluarga akan selalu membangun identitas. Oleh karena itu, orangtua yang baik akan memiliki kesamaan dalam membangun keluarga. Dalam proses membangun ini akan muncul ketidaksepakatan, salah satunya dari anak.

antar-generasi dan karena itu keluarga harus bisa menemukan titik temunya.

"Perlu adanya negosiasi di dalam keluarga. Saya sadar setiap orangtua itu pasti maunya diturutin, tapi tidak ada salahnya, lho, untuk mendengar pandangan anak Anda," terang Iva pada Okezone.

Iva melanjutkan, sangat penting untuk bernegosiasi, karena anak punya dunianya sendiri, punya konfliknya sendiri. Anak juga akan mencoba untuk memperjuangkan identitas yang sedang ia bangun dan sebagai orangtua, sambung Iva, harusnya mereka membantu.

"Jangan juga menganggap ketika pandangan orangtua dibantah anak, anak dicap sebagai orang yang pembangkang. Sikap seperti ini sudah harus dihilangkan, karena akan menciptakan konflik baru dalam keluarga," tambah Iva.

Lantas, apakah jika ada pertikaian di grup tersebut akan lebih baik jika kita memilih 'left group', karena merasa grup tersebut malah memberi dampak tidak baik.

Iva pun menegaskan, hubungan di media sosial dengan dunia nyata itu berbeda dan jangan pernah samakan keduanya. Ketika kita keluar dari grup WhatsApp keluarga, bukan berarti kita tidak mau lagi ada dalam keluarga itu.

Ketika kita keluar dari grup WhatsApp keluarga, bukan berarti kita tidak mau lagi ada dalam keluarga itu.

"Ya, bisa saja itu cara untuk mendapatkan ketenangan. Sebab, perlu dicatat juga bahwa kesehatan mental itu penting," ungkap Iva.

Iva menambahkan, keluarga yang produktif itu adalah keluarga yang tidak menciptakan 'drama kehidupan' di dalam keluarga. Terlebih, drama tersebut tercipta dari masalah sepele. "Duduk bersama dan membahas apa yang kurang cocok di antara keluarga akan membuat keluarga malah lebih kompak," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini