Konsep Pernikahan Tradisional-Modern Masih Jadi Pilihan Milenial

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 31 Januari 2020 20:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 31 196 2161525 konsep-pernikahan-tradisional-modern-masih-jadi-pilihan-milenial-GLIvGZQTmg.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Generasi Milenial masih melirik konsep pernikahan tradisional. Meski belum tentu mengikuti rangkaian ritual hingga tradisi turun-temurun, namun mereka berusaha untuk tidak mengubah adat.

Dari animo dan jumlah kunjungan di berbagai pameran pernikahan setiap tahunnya, bisa terlihat tren konsep pernikahan yang digemari calon pengantin Milenial.

“Ditengah gelombang budaya barat yang begitu besar, antusiasme keluarga dan calon pengantin untuk menggunakan pernikahan adat masih sangat tinggi,” ujar Arief Rachman, Direktur Parakrama Organizer dalam keterangan pers Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI-13) di Balai Kartini, Jakarta.

Pada 2019 tak hanya di Indonesia, data statistik situs Weddingwire menyebut konsep pernikahan yang menggunakan tradisi adat berlaku juga bagi pasangan Milenial di berbagai belahan dunia dan menjadi suatu hal yang umum.

Ilustrasi Pernikahan

Konsep pernikahan dengan tradisi tersebut bukan hanya dipengaruhi oleh pasangan yang menikah antar-budaya. Tapi juga karena Milenial menginginkan momen pernikahannya lebih berkesan dan tampak berbeda, seperti dikutip Newyorktimes.

Seiring perkembangan zaman konsep pernikahan tradisional ini pun disederhanakan sejalan dengan gaya hidup pasangan milenial yang mengedepankan kepraktisan, perubahan tren hingga teknologi namun tetap berkesan.

Misalnya dalam adat Sunda, ada sejumlah prosesi dalam pernikahan khusus yang sarat akan makna. Sebut saja Ngebakan atau Siraman, Nincak Endog atau menginjak telur, Ngeyeuk Sereuh (permintaan restu masing-masing mempelai kepada pihak orang tua), dan lain sebagainya.

Rangkaian prosesi pernikahan adat Sunda pada masa kini lebih dikemas secara modern tanpa menghilangkan nuansa sakral. Perubahan atau sentuhan modern tersebut dapat terlihat dari pilihan dekorasi, busana, sentuhan makeup hingga aksesori pengantin.

Meski ada modifikasi dalam banyak hal, tapi norma dan adatnya tetap dihadirkan dan diyakini sebagai momen sakral maka hal itu yang mendorong Milenial memilih konsep pernikahan tradisional.

“Hal ini sejalan dengan komitmen untuk turut melestarikan kekayaan budaya bangsa sekaligus mempromosikan dan mengajak generasi muda agar mencintai budaya daerah serta bangga memilih adat tradisional sebagai konsep pernikahannya.” ujar Arief.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini