Rahasia Penari Jawa Terlihat Memesona saat Pentas

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 02 Februari 2020 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 01 612 2161814 rahasia-penari-jawa-terlihat-memesona-saat-pentas-bi8GHU8szY.jpg Martini, penari Jawa professional. (Foto: Baim/Okezone)

MELIHAT pertunjukan kesenian tari Jawa, Anda pasti akan terkesima. Para penari Jawa selalu tampil ayu di atas panggung karena riasan wajah yang khas.

Bahkan penari Jawa bisa berubah bak perempuan kerajaan dengan tingkat keayuan yang tinggi. Selain karena riasan wajah, pakaian yang dikenakan juga menjadi daya tarik.

Saking ayunya sang penari Jawa, mungkin Anda yang mungkin akan berpikiran bahwa para penari melakukan ritual sebelumnya. Selain itu, pandangan mengenai pasang susuk untuk memikat penonton juga mungkin ada di benak Anda.

penari jawa

Nah, benarkah penari Jawa menggunakan ajian khusud untuk membuat wajah tampak sangat memesona saat menari? Kepada Okezone, Guru Tari Jawa klasik, Martini, menampil persepsi itu. 

"Nggak ada yang gitu gitu (pakai ajian)," ucapnya dengan logat khas perempuan Solo, di kawasan Jakarta Selatan, belum lama ini. 

Baginya, saat sang penari Jawa pentas di atas panggung, mereka itu sudah punya keyakinan masing-masing. Itu salah satu alasan kenapa mereka terlihat memukau dan memesona.

Di sisi lain, Martini memiliki pandangan mengenai istilah manglingi ini. Pada dasarnya, penari Jawa memang mampu menciptakan suasana magis yang sakral dan kental dengan keleluhuran. 

Tapi hal itu bukan karena hal mistis, melainkan sikap positif setiap penari. Guru tari lulusan ISI Solo tersebut menjelaskan, setiap penari Jawa itu diharapkan bisa memancarkan aura kebaikan dalam dirinya.

Bisa dengan berpikir positif, sabar, ikhlas, tidak memiliki kebencian antarpenari dan mempasrahkan semuanya pada Tuhan, saat sudah di atas panggung. Tindakan semacam itu, kemudian membuat aura si penari terpancar dari hatinya.

penari jawa

"Percaya sama saya, ketika si penari menaruh kesombongan diri, kebencian pada orang lain dan tidak ikhlas saat menari, mukanya akan jadi jelek mau dia pakai makeup sebagus apapun," ungkapnya.

Martini menerangkan, saat seorang penari menujukkan tariannya, jangan pernah ada ganjalan apapun. Kalau sudah begini, Martini akan bersikap tegas meminta sang penari untuk melepaskan semua hal negatif tersebut.

"Aku bisa lihat kalau penari itu memang dendam atau tidak ikhlas," sambungnya. 

Bahkan, ada satu kebiasaan unik yang dijalani Martini sejak 1997. Dia akan meminta anak muridnya untuk saling berpegangan tangan, sebelum tampil di atas panggung. Setelah itu akan ada momen saling minta maaf.

"Aku mau semua penari itu saat tampil ikhlas, semuanya mau memaafkan temannya satu sama lain atau pun pada gurunya," ucapnya.

Ia menjelaskan, akan sangat tidak baik hasilnya ketika si penari pentas dengan kondisi diri negatif. Misalnya ia membawa perasaan sakit atau benci, percayalah itu akan memberi dampak buruk di hasil pertunjukan.

"Resep ini aku dapatkan dari hasil perjalanan hidup, pun dari sesama penari dan guru tari aku. Jadi, sebelum menari kita berslamaan dan meminta maaf satu sama lain. Ketika jiwa sudah bisa memaafkan , di sana lah si penari mendapatkan jiwa seleh-nya," ucap Martini lantas tersenyum. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini