Karantina WNI di Natuna, Anak-Anak Dapat Trauma Healing hingga Disediakan Alat Kesenian

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 03 Februari 2020 11:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 03 481 2162397 karantina-wni-di-natuna-anak-anak-dapat-trauma-healing-hingga-disediakan-alat-kesenian-BdnAzBk7lm.jpeg Kemenkes jelaskan kegiatan anak-anak selama karantina di Natuna (Foto : Sukardi/Okezone)

237 WNI dari China yang dinyatakan sehat telah tiba di Tanah Air. Mereka selanjutnya menjalani karantina di Natuna selama 14 hari.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Anung Sugihantono, menyebutkan bahwa di antara 237 WNI tersebut, ada 3 orang anak-anak yang dinyatakan sehat menjalani karantina di Natuna.

3 orang anak tersebut juga akan menjalani karantina di Natuna. Lantas, apakah anak-anak ini mendapat perlakuan khusus saat berada di karantina Natuna?

Anung menjelaskan bahwa anak-anak tidak mendapat perlakuan khusus. Namun, mereka menjalani pengecekan kesehatan secara berkala hingga trauma healing. Mereka juga melakukan beberapa aktivitas fisik yang memang disediakan di tempat observasi tersebut.

dr anung

Ia melanjutkan, di karantina tersebut tim Kemenkes pun menyediakan alat kesenian yang bisa digunakan WNI untuk menghilangkan penat. Ini juga bisa dimanfaatkan untuk anak-anak di sana agar mereka tidak bosan.

"Kami mencoba untuk membantu kesehatan mental WNI di sana, termasuk anak-anak ini," ungkap Anung saat konferensi pers di Kantor Kemenkes Jakarta, Senin (3/2/2020).

Terkait dengan siapa anak-anak ini, Anung tidak mengetahui banyak mengenai informasi ini, namun yang jelas ia mengungkapkan bahwa anak-anak ini masih dalam satu keluarga yang sama. "Kondisi mereka semua pun sehat," terangnya.

(hel)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini