nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspadai Gejala Aritmia, Penyakit Gangguan Irama Jantung yang Dialami Gus Sholah

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Senin 03 Februari 2020 16:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 03 481 2162571 waspadai-gejala-aritmia-penyakit-gangguan-irama-jantung-yang-dialami-gus-sholah-04kwEPoXNJ.jpg Ilustrasi (Foto : Verywell)

Ulama Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH. Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Sholah meninggal dunia, Minggu 2 Februari 2020. Gus Sholah meninggal setelah menjalani di RS Harapan Kita Jakarta.

Diketahui dari tim dokter, Gus Sholah meninggal dunia setelah mengalami masalah gangguan irama jantung atau aritmia. Gangguan irama jantung banyak tidak disadari karena gejalanya sulit dideteksi.

Aritmia adalah irama yang bukan berasal dari nodus sinoatrial (SA) atau irama yang tidak teratur. Gangguan yang terjadi adalah detak jantung terlalu lemah atau frekuensinya kurang dari 60 kali/menit (sinus bradikardi) atau yang terlalu cepat sekitar 100 kali/menit (sinus takikardi). Bila kondisi tersebut terjadi, perawatan medis menjadi satu-satunya cara.

Gejala lebih lanjut dari masalah ini, antara lain jantung berdebar tidak normal tanpa alasan yang jelas. Setelah itu, keleyengan, sering pingsan, stroke, bahkan kematian mendadak adalah gejala masalah ini.

Jika seseorang mengeluhkan jantungnya berdebar terlalu cepat atau terlalu lambat, juga terlalu kuat sampai ada jeda dan membuat dada sakit, penanganan medis harus segera dilakukan. Jangan pernah dianggap hal biasa atau bahkan sampai diabaikan. Bisa saja itu awal dari masalah aritmia.

Gangguan Irama Jantung

Kesadaran akan denyut jantung secara implisit adalah sensasi tidak menyenangkan yang dapat berhubungan dengan perasaan tidak nyaman, peringatan, dan rasa sakit yang tidak biasa. Karena denyut jantung berperan sangat penting dalam hal ini, makanya istilah denyut jantung digunakan untuk menggambarkan persepsi subyektif pasien tentang aktivitas jantung yang abnormal.

Tapi, tidak semua denyut jantung berhubungan dengan gangguan aritmia. Gejala kelainan irama jantung lainnya pun bisa saja terjadi. Yang jelas, berdebar tidak normal adalah deteksi dini untuk mengetahui adanya penyakit tertentu di tubuh.

Yang perlu digaris bawahi di sini, jangan sekali-kali mengabaikan gangguan irama jantung. Jika gangguan itu terjadi berulang kali, Anda perlu bertemu dengan dokter spesialis jantung untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini