Masker Pelindung Mulai Langka dan Mahal, Kemenkes : Ya Karena Hoaxnya Lebih Banyak

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 04 Februari 2020 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 04 481 2163179 masker-pelindung-mulai-langka-dan-mahal-kemenkes-ya-karena-hoaxnya-lebih-banyak-EAkkLSECGi.jpg Ilustrasi (Foto : Dede Kurniawan/Okezone)

Merebaknya novel corona virus atau 2019-nCOV alias virus korona China, yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, Provinsi Hubei, China masih menjadi permasalah kesehatan dunia, termasuk di Indonesia. Sebagai salah satu upaya melindungi diri, masker pelindung sebagai APD (alat perlindungan diri) yang paling mendasar bisa dikatakan sekarang sangat dicari-cari oleh masyarakat.

Masker pelindung ini, bisa dikatakan sekarag sudah mulai langka. Stoknya mulai jarang bisa ditemui di minimarket-minimarket, apotik hingga e-commerce, tidak seperti biasanya. Jika pun ada stoknya, dijual dengan harga yang sangat tinggi.

Bahkan sempat beredar di linimasa media sosial, tangkapan layar dari laman satu e-commerce terkenal di Indonesia, bahwa sekarang bahkan ada yang menjual masker pelindung ini dengan harga mencapai jutaan rupiah.

Terkait kondisi kelangkaan masker pelindung dan juga harga yang mahal di pasaran, akhirnya membuat pihak Kemenkes, melalui Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr Wiendra Waworuntu, Mkes, angkat bicara. Langka dan mahalnya masker pelindung sekarang, dinilai sebagai akibat dari begitu banyaknya hoax yang beredar di kalangan masyarakat awam.

“Ya itu karena virus hoaxnya lebih banyak. Kan dihimbau, jika Anda batuk ya pakai masker, jika ada orang sakit jangan dekat dengan orang sakit. Itu kan yang perlu, kemudian jika kita sakit lebih baik tinggal di rumah, istirahat yang cukup, daripada pakai masker,” ungkap dr Wiendra kala dijumpai, Selasa (4/2/2020) di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan.

dr wiendra

Beredar luasnya hoax-hoax yang tidak bisa dipertanggungjawabkan ini, membuat masyarakat awam menjadi cemas berlebihan dan dirundung rasa takut yang tidak perlu. dr Wiendra menambahkan, sehingga kondisi begitu langka dan mahalnya harga masker pelindung di pasaran terjadi karena ketakutan berlebihan dari masyarakat sendiri. Sebab sekarang, banyak dari masyarakat yang merasa bahwa masker pelindung adalah salah satu kebutuhan dasar.

“Yang bikin langka dan mahal itu ya kita sendiri, karena kita merasa oh itu kebutuhan dasar. Padahal kebutuhan yang mendasar itu makan makanan yang bergizi seimbang, istirahat cukup, kalau sakit ya periksa ke fasilitas kesehatan, cukup kan itu,” imbuhnya.

Terakhir, dr Windra menyebutkan sebetulnya jika kondisi tubuh memang fit alias tidak sakit. Mengenakan alat pelindung diri, contohnya masker pelindung ini bukanlah sesuatu yang wajib dilakukan.

“Kalau sakit, kalau batuk yang pakai masker. Kalau merasa udara tercemar terus pakai, ya enggak apa-apa sebagai proteksi. Tetapi kalau enggak sakit, ya enggak perlu lah,” tutup dr Windra.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini