Hari Kanker Sedunia, Ladies Yuk Periksa Diri dengan Tes HPV DNA

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 05 Februari 2020 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 05 481 2163560 hari-kanker-sedunia-ladies-yuk-periksa-diri-dengan-tes-hpv-dna-HORCueDcOg.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PENYAKIT kanker, memang masih menjadi salah satu penyakit mematikan yang belum ditemukan obatnya. Nah, di Hari Kanker Sedunia ini tidak ada salahnya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kanker, terutama bagi para perempuan.

Pasalnya, setiap tahun ada sekira 14.000 wanita didiagnosa menderita kanker serviks. Bahkan lebih dari 7.000 perempuan meninggal dunia akibat kanker serviks di Indonesia. Artinya, dalam satu jam terdapat satu orang wanita di Indonesia yang meninggal akibat kanker serviks.

Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan pap smear, menjadi program utama pemerintah dalam deteksi awal kanker serviks. Walau begitu, tingkat kematian akibat kanker serviks tidak mengalami penurunan.

Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang dapat mendeteksi dini infeksi virus HPV, sebelum berkembang menjadi kanker. Dokter mulai memperkenalkan metode baru, salah satunya yakni HPV DNA Tes Hybrid capture 2.

Dokter mulai memperkenalkan metode baru, salah satunya yakni HPV DNA Tes Hybrid capture 2.

WHO mengakui, metode tes HPV DNA dapat menjadi pilihan yang lebih utama, dibandingkan IVA dan pap smear. Tes HPV DNA merupakan pemeriksaan deteksi dini kualitatif kanker serviks, dengan cara menemukan agen penyebabnya, yaitu virus HPV tipe high risk.

Ketua Perhimpunan Dokter Onkologi dan Ginekologi Indonesia, Prof Dr dr Andrijono SpOG(K), mengatakan, tes HPV DNA dianggap skrining yang paling efektif untuk mendeteksi infeksi virus HPV. Sehingga insiden kanker serviks dapat menurun.

"Tes ini dapat mencapai penurunan kejadian akibat kanker serviks dengan jumlah skrining seumur hidup kurang dari sitologi dan IVA," ucap Prof Andrijono, lewat keterangan yang diterima Okezone.

Beberapa penelitian lain menunjukkan, tes HPV DNA dengan digene HPV, dinilai lebih cost effective. Tes ini juga aman dan dapat diterima untuk pencegahan kanker serviks.

Penggunaan HPV DNA tes telah terbukti secara klinis. Dengan responden yang mencakup lebih dari 1 juta perempuan dari berbagai negara.

Dengan responden yang mencakup lebih dari 1 juta perempuan dari berbagai negara.

Jika dibandingkan dengan pap smear ataupun tes IVA, HPV DNA hasilnya mendekati 100%. Sehingga sangat membantu dokter untuk menyingkirkan kemungkinan kejadian kanker serviks.

Direktur Utama RS Kanker Dharmais, Prof. dr H Abdul Kadir,PhD, Sp THT-KL (K), MARS, menambahkan, perempuan berusia 30 tahun sampai 50 tahun, dianjurkan untuk melakukan skrining kanker serviks secara berkala.

"Jika menggunakan metode HPV DNA ini cukup setiap lima tahun sekali. Maka perempuan akan terlindungi dari kanker serviks," kata Dokter Kadir.

Pemeriksaan ini, menggunakan teknik pengambilan sampel konvensional. Yakni dengan brush khusus yang diaplikasikan pada leher rahim, dilanjutkan dengan deteksi DNA virus HPV menggunakan teknik hibridisasi dan ikatan antigen antibodispesifik.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini